Lebanon dan Israel Nyaris Terlibat Perang Baru
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i51013-lebanon_dan_israel_nyaris_terlibat_perang_baru
Lebanon dan Israel nyaris terlibat perang terkait proyek-proyek eksplorasi minyak dan gas lepas pantai Beirut, sebuah krisis yang terus berlanjut yang membuat Timur Tengah terancam gejolak baru mengingat sejarah buruk kedua belah pihak.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Feb 05, 2018 02:33 Asia/Jakarta
  • militer Lebanon di perbatasan dengan Israel
    militer Lebanon di perbatasan dengan Israel

Lebanon dan Israel nyaris terlibat perang terkait proyek-proyek eksplorasi minyak dan gas lepas pantai Beirut, sebuah krisis yang terus berlanjut yang membuat Timur Tengah terancam gejolak baru mengingat sejarah buruk kedua belah pihak.

Israel pekan lalu menilai proyek-proyek Lebanon di dua dari 10 blok lepas pantainya di Laut Mediterania sebagai "tender yang sangat provokatif."

Pada bulan Desember, kabinet Perdana Menteri Saad Hariri memberikan ijin kepada sebuah konsorsium dari tiga perusahaan internasional - Eni Italia, Total Perancis dan Novatek Rusia - untuk melakukan eksplorasi Block 4 dan Block 9 di wilayah perairan Lebanon untuk menentukan apakah mengandung cadangan minyak dan gas bumi.

Pengumuman tersebut tidak berlangsung mulus karena Tel Aviv mengklaim kepemilikan atas Blok 9.

"Ketika mereka mengeluarkan tender di zona gas, termasuk Blok 9, yang menurut standar apapun adalah milik kita ... ini sangat, sangat menantang dan provokatif di sini," kata Menteri Perang Israel, Avigdor Lieberman.

Lebih lanjut ditegaskannya dalam sebuah konferensi keamanan di Tel Aviv bahwa perusahaan-perusahaan internasional yang bekerjasama dengan Lebanon telah membuat "kesalahan fatal" dengan menerima tawaran tersebut.

Lieberman memperingatkan bahwa Lebanon akan "membayar mahal" jika terjadi perang baru antara kedua belah pihak.

Lebanon dengan cepat mereaksi ancaman Lieberman itu dan Menteri Energi Lebanon, Cesar Abi Khalil menekankan bahwa Beirut akan terus maju dengan rencana eksplorasinya.

"Kami menganggap pernyataan [Lieberman] ini sebagai sebuah agresi terhadap kedaulatan Lebanon untuk menikmati hak sahnya mengeksplorasi sumber minyak kami," kata Abi Khalil, seraya menambahkan bahwa blok-blok tersebut "berada di perairan Lebanon dan perbatasan maritim Lebanon sesuai dengan ketentuan internasional.

Michel Aoun

Di lain pihak, Presiden Lebanon, Michel Aoun, bersumpah akan mengerahkan seluruh kekuatan diplomatik yang diberikan kepadanya untuk menyelesaikan perselisihan tersebut, dan mengatakan Lebanon memiliki hak penuh untuk "mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya dengan segala cara yang ada."(MZ)