Penduduk Idlib Tuntut Front al-Nusra Tinggalkan Provinsi Ini
-
Unjuk rasa di Idlib.
Penduduk di beberapa daerah di Provinsi Idlib Suriah menggelar unjuk rasa anti-kelompok teroris Front al-Nusra dan menuntut pengusiran kelompok ini.
Unjuk rasa tersebut digelar menyusul berbagai prestasi yang diraih oleh militer Suriah dan sekutunya di Provinis Idlib dalam menghadapi berbagai kelompok teroris takfiri.
"Unjuk rasa ini menyebar ke berbagai daerah di Idlib. Para demonstran menuntut kelompok teroris Front al-Nusra keluar dari provinsi tersebut," kata sebuah sumber lokal di Provinsi Idlib kepada surat kabar al-Watan seperti dilansir Alalam, Senin (5/2/2018).
Menurut sumber yang berbicara secara anomin itu, pengunjuk rasa di beberapa daerah menyerbu pos pemeriksaan Front al-Nusra dan memaksa para anggota kelompok teroris ini keluar dari pintu-pintu masuk kompleks perumahan penduduk.
Kelompok teroris takfiri Front al-Nusra telah menempatkan angota-anggotanya di berbagai daerah yang diduduki dan menangkap sejumlah banyak pengunjuk rasa. Langkah tersebut diambil untuk mencegah aksi balas dendam dari penduduk Idlib.
Di sisi lain dari wilayah Suriah, ribuan penduduk kota Afrin di utara negara ini juga mengelar unjuk rasa untuk memprotes operasi ilegal militer Turki dan mengecam kebungkaman masyarkat internasional.
Para demonstran dalam orasinya, menyinggung operasi militer Turki yang bersandi "Olive Branch (Cabang Zaitun)."
"Zaitun adalah simbol perdamaian dan persahabatan, dan bukan permusuhan dan kehancuran seperti yang telah diciptakan Turki," tegas mereka.
Sejak tanggal 20 Januari 2018, unit-unit artileri militer Turki menghujani posisi pasukan Partai Uni Demokratik Kurdi Suriah di Afrin.
Operasi darat militer Turki di kota Afrin yang di mulai dengan sandi "Olive Branch" telah menuai protes dari pemerintah Suriah.
Pemerintah Damaskus telah berulang kali mengkritik operasi dan kehadiran ilegal militer Turki di wilayah Suriah dan menilainya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara Arab ini. (RA)