Suriah Reaksi Tuduhan Penggunaan Senjata Kimia
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i52867-suriah_reaksi_tuduhan_penggunaan_senjata_kimia
Perwakilan Suriah untuk Dewan Keamanan PBB (DK-PBB) sebelumnya telah memperingatkan bahwa kelompok-kelompok teroris sedang berusaha membuat skenario baru untuk menuding pemerintah Damaskus menggunakan senjata kimia.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 06, 2018 15:49 Asia/Jakarta
  • White Helmets.
    White Helmets.

Perwakilan Suriah untuk Dewan Keamanan PBB (DK-PBB) sebelumnya telah memperingatkan bahwa kelompok-kelompok teroris sedang berusaha membuat skenario baru untuk menuding pemerintah Damaskus menggunakan senjata kimia.

Seperti dilansir televisi Suriah, baru-baru ini anasir-anasir kelompok yang disebut sebagai "White Helmets" membagikan masker anti-gas di Ghouta Timur untuk mempersiapkan produksi film palsu baru tentang serangan kimia dan menuduh pasukan Suriah menggunakan senjata kimia.

 

White Helmets adalah lembaga "amal" yang didirikan oleh Dinas Intelijen Inggris dan didanai ratusan juta dolar oleh Amerika Serikat, Inggris dan Uni Eropa.

 

Menyusul akan diselenggarakannya pertemuan Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) tentang Suriah pada tanggal 13 Juni, White Helmets berusaha melontarkan tudingan terhadap pemerintah Damaskus dengan cara melakukan pembohongan melalui media.

 

Pada dasarnya, kelompok-kelompok teroris melontarkan klaim tidak berdasar tentang penggunaan senjata kimia oleh pasukan Suriah dengan maksud mengkompensasi berbagai kekalahan mereka di medan tempur.

 

"Alasan tidak berdasarnya klaim penggunaan senjata kimia oleh militer Suriah adalah para korban yang diklaim, semuanya adalah anak-anak dan warga biasa dan tidak ada satupun teroris yang menjadi korban," kata laporan televisi Suriah seperti dikutip Alalam.

Senjata kimia.

 

Sebelumnya pada April 2017, AS menembakkan 59 rudal Tomahawk dari dua kapal perang USS Porter dan USS Ross yang bersiaga di Laut Mediterania dengan ke pangkalan udara pasukan Suriah, al-Shayrat di Provinsi Homs dengan alasan serangan kimia yang mencurigakan di Idlib. (RA/PH)