Hamas Lawan Ide Trump Soal "Kesepakatan Abad Ini"
-
Salah Al Bardawil
Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas mengatakan, opsi pertama Hamas adalah persatuan dan solidaritas di antara seluruh rakyat Palestina untuk melawan program Amerika Serikat, "Kesepakatan Abad Ini".
Program terbaru Donald Trump yang dikenal dengan "Kesepakatan Abad Ini" dan bertujuan menghapus total isu Palestina, diperkenalkan pada 6 Desember 2017 saat presiden Amerika mengumumkan bahwa Al Quds adalah ibukota resmi rezim Zionis Israel dan keputusannya memindahkan kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke Al Quds.
IRIB (20/3/2018) melaporkan, salah satu anggota Biro Politik Hamas, Salah Al Bardawil mengatakan, kubu perlawanan tidak mungkin menyerah kepada proyek "Kesepakatan Abad Ini".
"Proyek ini sama dengan upaya melegitimasi praktik apartheid dan pembangunan distrik Zionis sesuai dengan standar Amerika lewat sebuah ide otonomi abadi," ujarnya.
Pada saat yang sama, Al Bardawil menganggap konspirasi untuk meneror Perdana Menteri Palestina, Rami Hamdallah, di Gaza sebagai skenario untuk menyudutkan Hamas.
Ia menegaskan, Hamas bukan saja tidak pernah menggunakan senjatanya di dalam wilayah Palestina, bahkan tidak pernah sekalipun menuduh salah satu pihak Palestina terlibat dalam insiden ini, karena Hamas percaya sepenuhnya, konspirasi ini dirancang oleh Israel.
Sehubungan dengan itu, kelompok-kelompok perlawanan Palestina dengan menekankan pentingnya dukungan atas upaya rekonsiliasi nasional dan melawan proyek Amerika, mendesak investigasi terkait serangan terhadap rombongan perdana menteri pemerintahan persatuan nasional Palestina dengan kerja sama lembaga-lembaga Gaza dan Tepi Barat.
Pada tanggal 13 Maret 2018, iring-iringan kendaraan Rami Hamdallah menjadi sasaran serangan bom. Teror itu terjadi saat kendaraan PM Palestina dan Kepala Dinas Intelijen Otorita Ramallah, Majid Faraj, memasuki wilayah Jalur Gaza. (HS)