Hizbullah dan Perjuangan Suriah
Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon mengatakan, tanpa perjuangan gerakan muqawama di Suriah, seluruh wilayah di negara ini akan jatuh, dan teroris ISIS akan menguasai Lebanon.
Sheikh Naim Qasim hari Selasa (5/4/2016) dalam konferensi mengenai penghargaan terhadap Syahid Allamah Muhammad Said Ramadhan al-Buthi sebagai syahid Mihrab, menilai partisipasi Hizbullah di Suriah sebagai dukungan terhadap Lebanon demi menjaga stabilitas negara itu. Ditegaskannya, Selama masih diperlukan, Hizbullah akan tetap berada di Suriah.
Allamah Al-Buthi adalah ulama Sunni terkemuka Suriah yang syahid tiga tahun lalu bersama jamaah shalat di masjid akibat serangan teroris takfiri di Damaskus. Sheikh Naim Qasim dalam statemennya menyinggung berlanjutnya dukungan muqawama terhadap proses penyelesaian politik di Suriah. Ditegaskannya, kejatuhan Bashar Assad hanya menguntungkan rezim Zionis. Keberadaan Bashar Assad di Suriah, tutur Naim Qasim, justru menperkuat muqawama di Palestina dan Lebanon.
Di bagian lain statemennya, Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon mengungkapkan bahwa kehancuran total kelompok teroris ISIS semakin dekat. Ditegaskannya, Arab Saudi yang mendukung teroris, dengan berbagai kejahatannya yang melampaui batas berada di tepi jurang kehancuran.
Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon menekankan kesiapan muqawama Lebanon menghadapi ancaman rezim Zionis. Sheikh Naim Qasim mengatakan, Prakarsa AS untuk menciptakan "Timur Tengah Baru" mengalami kegagalan karena menghadapi perjuangan muqawama. Rezim Zionis melanggar zona udara, darat dan laut Lebanon yang bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB no.1701.
Sementara itu, seorang ulama Sunni Lebanon lainnya menyinggung lepasnya kendali Barat terhadap kelompok teroris. Sheikh Mahir Hamud mengatakan kudeta terhadap Assad merupakan kebohongan yang mengatasnamakan rakyat Suriah. Sebab, Assadlah yang berperan dalam kemenangan Suriah menghadapi teroris.
Sheikh Nabil Qawuq, wakil ketua eksekutif Hizbullah Lebanon menilai kebijakan Arab Saudi di kawasan demi mendukung tujuan rezim Zionis. Ditegaskannya, muqawama dan militer Lebanon berjuang menghadapi agresor Israel serta teroris takfiri, dan mengalahkannya.
Selama beberapa tahun belakangan ini Lebanon menghadapi ancaman teroris takfiri ISIS dan Front Al-Nusra yang didukung Arab Saudi. Terkait hal ini, panglima angkatan bersenjata Lebanon, Jenderal Jean Kahwaji menyatakan, militer Lebanon saat ini berada dalam kesiapan penuh menghadapi setiap aksi teroris di perbatasan dan dalam negeri. Baru-baru ini, militer Lebanon bersama Hizbullah berhasil membunuh sejumlah teroris di perbatasan negara ini.(PH)