Jika Aktivitas al-Hudaydah Berhenti, Nyawa Rakyat Yaman Terancam
-
Kapal pengangkut bantuan kemanusiaan di pelabuhan al-Hudaydah
Seorang pejabat perusahan pelabuhan Laut Merah Yaman memperingatkan jika pelabuhan al-Hudaydah –sebagai pelabuhan terbesar kedua di Yaman– berhenti beraktifitas, maka tragedi kemanusiaan di negara ini akan dua kali lipat lebih parah.
Pelabuhan al-Hudaydah yang dikontrol pasukan Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah adalah pusat transportasi negara ini. Pelabuhan ini tidak hanya menyambungkan negara-negara pesisir pantai Laut Merah dan Eropa, namun juga menjadi titik distribusi lebih dari 70 persen bantuan kemanusiaan ke Yaman.
Seperti dilansir IRIB, Sabtu (23/6/2018), Wakil Direktur Perusahaan Pelabuhan Laut Merah Yaman, Yahya Abbas menyebut kelanjutan aktivitas pelabuhan al-Hudaydah sebagai tanda tidak berpengaruhnya serangan terhadap pelabuhan ini.
Dia mengatakan, saat ini pembongkaran kargo berisi gandum milik Program Pangan Dunia sedang berlangsung, dan jika ada gangguan dalam proses masuknya bahan pokok ini, maka itu adalah tanda dari mukhadimah terjadinya tragedi kemanusiaan di Yaman.
Situs el-Nashra mengutip Amnesty Internasional mempublikasikan sebuah laporan mengenai pelarangan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Yaman oleh Arab Saudi. Situs ini juga mengabarkan tentang kemungkinan terjadinya kejahatan perang oleh koalisi pimpinan Arab Saudi.
Berdasarkan laporan Amnesty Internasional, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menghentikan kapal-kapal pengangkut bantuan kemanusiaan PBB sebelum sampai ke pelabuhan Yaman dengan dalih pemeriksaan.
Sejak 13 Juni 2018, koalisi militer pimpinan Arab Saudi memulai serangan luas ke Yaman barat untuk menduduki pelabuhan al-Hudaydah.
Serangan ke al-Hudaydah dilancarkan meski telah diperingatkan mengenai memburuknya kondisi kemanusiaan di Yaman. Al-Hudaydah adalah jalur utama pengiriman bantuan kemanusiaan ke Yaman.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya, melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015.
Pasukan agresor juga memblokade Yaman dari darat, laut dan udara, sehingga menambah penderitaan rakyat negara itu.
Invasi militer Saudi dan sekutunya ke Yaman hingga sekarang telah merenggut nyawa lebih dari 14.000 warga negara ini dan melukai puluhan ribu lainnya. (RA