Urgensitas Pangkalan Militer Al Tanf di Suriah
-
Pangkalan Militer AS di al-Tanf Suriah
Koran The Sunday Times cetakan London menulis, angkatan udara negara ini 21 Juni lalu melancarkan serangan terhadap kelompok dan sekutu militer Suriah di dekat pangkalan al-Tanf.
Pertanyaan penting di sini adalah, apa faktor yang membuat jalur penyeberangan al-Tanf di selatan Suriah sedemikian penting?
Wilayah al-Tanf termasuk daerah Suriah terpenting dan paling strategis. Faktor yang membuat daerah ini sangat penting adalah posisi geografinya. Jalur penyeberangan al-Tanf merupakan titik perbatasan bersama antara tiga negara Suriah, Irak dan Yordania serta tercatat jalur penyeberangan perbatasan pertama dan terpenting Suriah dengan Irak.
Amerika Serikat beserta sekutunya selama beberapa tahun terakhir senantiasa berusaha mencegah militer Suriah berhasil mengontrol wilayah ini. Saat ini kontrol wilayah al-Tanf hingga 50 km berada di tangan militer Amerika dan Washington bahkan tidak mengijinkan militer Suriah mendekati jalur penyeberangan al-Tanf.
Al-Tanf dari sisi politik juga memiliki urgensitas besar, karena jalur penyeberangan ini yang berdekatan dengan Irak telah menjadi koneksi poros muqawama di Suriah dan Irak. Tentu saja hal ini membuat AS beserta sekutunya ketakutan dan strategi terpenting mereka adalah mencegah koneksi antar kubu muqawama di kawasan, khususnya di Suriah dan Irak.
Pamela Spencer, pengamat asal Norwegia terkait hal ini menyebutkan,“Pangkalan militer AS di al-Tanf termasuk pangakan terbesar negara ini di kawasan Asia Barat dan dengan sendirinya di suriah. Keberadaan pangkalan militer ini di wilayah Suriah yang berdaulat pastinya berdasarkan defenisi argumentatif, sebuah pelanggaran ilegal yang dilakukan terhadap sebuah negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hasilnya adalah ini sebuah agresi dan akan menimbulkan dampak negatif cukup besar bagi warga Suriah.”
Poin lain adalah Amerika dan sekutunya memanfaatkan pangkalan militer al-Tanf untuk melatih milisi anti Suriah, padahal mereka mengklaim memerangi kelompok teroris Daesh. Tentara Baru Suriah (The New Syrian Army) adalah kubu anti Damaskus terpenting yang berada di bawah perlindungan dan dukungan AS serta mayoritas mereka berada di wilayah selatan Suriah termasuk jalur penyeberangan al-Tanf.
The New Syrian Army mengklaim dirinya memerangi kelompok teroris Daesh, namun sejatinya tujuan utama mereka membentuk kelompok ini adalah memerangi militer Suriah dan sekutunya.
Kondisi ini bukan saja mendorong AS dan sekutunya menekankan untuk tetap mengontrol al-Tanf, bahkan mereka bersedia berperang melawan militer Suriah di kawasan ini. Aksi jet tempur Inggris pada 21 Juni lalu merupakan contoh nyata kasus ini. Aksi jet tempur Inggris merupakan langkah militer pertama untuk memerangi militer Suriah sejak April lalu hingga kini.
Amerika Serikat, Inggris dan Perancis pada April lalu dengan dalih melawan serangan kimia pemerintah Suriah telah melancarkan serangan terhadap negara ini. Kini jet-jet tempur Inggris berani menyerang militer Suriah hanya dengan alasan pasukan pemerintah Damaskus mendekati al-Tanf. Aksi ini untuk menunjukkan bahwa al-Tanf telah keluar dari wilayah Suriah. (MF)