AU Yaman: Infrastruktur Agresor, Target Serangan Selanjutnya
-
Drone
Juru bicara Angkatan Udara Yaman, Abdullah Hasan al-Jafri beberapa jam setelah serangan drone negaranya ke bandara udara Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) menekankan, target berikutnya angkatan udara Yaman adalah infrastruktur negara-negara agresor.
Militer Yaman Kamis (26/7) mengirim drone Samad 3 ke UEA dan menyerang bandara udara Abu Dhabi.
Menurut laporan FNA, Abdullah Hasan al-Jafri saat diwawancarai Televisi al-Mayadin Lebanon menjelaskan, operasi drone hari Kamis ke bandara udara Abu Dhabi di samping operasi serupa termasuk penargetan kilang minyak di kota Riyadh, Arab Saudi pada 18 Juli lalu dan serangan ke pusat komando operasi koalisi Saudi dan Emirat di Aden pada 5 Juli sangat unik.
Al-Jafri terkait serangan drone ke bandara udara internasional Abu Dhabi mengingatkan, drone Samad 3 setelah menempuh jarak 1500 km tanpa dideteksi radar Uni Emirat Arab berhasil memasuki zona udara negara ini dan menjalankan misinya dengan sukses.
Militer Yaman hari Selasa pekan ini memperingatkan kepada Arab Saudi dan UEA terkait berlanjutnya kejahatan mereka di Yaman.
Sharaf Luqman, juru bicara militer Yaman sebelumnya mengatakan, seluruh wilayah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab berada dalam jangkauan rudal dan drone Yaman.
Kekuatan ofensif militer dan pasukan komite rakyat Yaman meski diblokade total oleh Arab Saudi, dari hari ke hari semakin kuat.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lain melancarkan serangan ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara Arab miskin ini dari darat, udara dan laut.
Perang yang dikobarkan Arab Saudi beserta sekutunya di Yaman hingga kini menewaskan lebih dari 14 ribu orang, menciderai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi.
Arab Saudi dan sekutunya hingga kini gagal meraih ambisinya di Yaman berkat perlawanan gigih rakyat negara ini. (MF)