Ansarullah Yaman Ancam Serang Bandara di Negara Agresor
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i60322-ansarullah_yaman_ancam_serang_bandara_di_negara_agresor
Anggota Gerakan Ansarullah Yaman, Mohammed al-Bakhiti mengatakan, Yaman akan menargetkan bandara dan pelabuhan di negara-negara koalisi agresor pimpinan Arab Saudi jika mereka melanjutkan serangan terhadap negara ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 28, 2018 08:52 Asia/Jakarta
  • Pasukan Yaman mulai menggunakan droen untuk menjangkau target di negara-negara agresor.
    Pasukan Yaman mulai menggunakan droen untuk menjangkau target di negara-negara agresor.

Anggota Gerakan Ansarullah Yaman, Mohammed al-Bakhiti mengatakan, Yaman akan menargetkan bandara dan pelabuhan di negara-negara koalisi agresor pimpinan Arab Saudi jika mereka melanjutkan serangan terhadap negara ini.

Kamis lalu, Satuan Drone Militer dan Ansarullah Yaman meresmikan pengoperasian drone baru Samad-3 dengan jarak terbang 1.000 kilometer dan sudah beberapa kali menargetkan bandara Abu Dhabi.

Al-Bakhiti kepada televisi al-Mayadeen, menuturkan negara-negara agresor perlu meninjau ulang perhitungannya, karena bandara dan pelabuhan mereka mampu dijangkau oleh pasukan Yaman.

Mengacu pada serangan pasukan Yaman ke sebuah kapal perang Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb, al-Bakhiti menandaskan, upaya Riyadh untuk mengelabui opini publik dunia bahwa Yaman telah menyerang sebuah tanker minyak, telah gagal.

"Pasukan Yaman berhak menyerang kapal-kapal mereka sebagai tanggapan atas berlanjutnya kejahatan Saudi dan koalisinya terhadap bangsa kami. Saudi adalah pihak yang memulai serangan terhadap kapal dagang, bandara dan pelabuhan dalam agresinya ke Yaman," ungkapnya.

Dia menegaskan negara-negara agresor akan aman jika Yaman juga bisa menikmati keamanan.

"Koalisi Saudi harus menghentikan serangan ke Yaman demi keamanan Selat Bab el-Mandeb untuk semua negara kawasan," tambahnya.

Al-Bakhiti juga menyampaikan keputusasaan atas upaya PBB untuk menyelesaikan krisis Yaman, namun ia menekankan kelanjutan kerjasama dengan badan dunia itu dan menyeru semua pihak untuk berunding bagi tercapainya solusi intra-Yaman. (RM)