Al-Houthi: Yaman Punya Akses Target Vital dan Militer Agresor
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i60547-al_houthi_yaman_punya_akses_target_vital_dan_militer_agresor
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman menegaskan, militer dan komite rakyat Yaman memiliki akses ke seluruh target militer dan vital negara-negara agresor, bahkan bila target ini berada di bawah tanah sekalipun.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 04, 2018 06:19 Asia/Jakarta
  • Mohammad Ali al-Houthi, Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman
    Mohammad Ali al-Houthi, Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman

Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman menegaskan, militer dan komite rakyat Yaman memiliki akses ke seluruh target militer dan vital negara-negara agresor, bahkan bila target ini berada di bawah tanah sekalipun.

"Bila para agresor menginginkan berlanjutnya perang, putra-putra Yaman tidak melihat ada masalah untuk melanjutkan  perang dan tidak mungkin mereka menginginkan kehidupan di bawah kehinaan," ungkap Mohammad Ali al-Houthi hari Jumat dalam pawai akbar yang diselenggarakan di Sanaa, ibukota Yaman dengan slogan "Kami Membela Kehormatan dengan Darah". Demikian dilaporkan televisi Yaman al-Masirah.

Pawai akbar rakyat Yaman anti Amerika

Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman juga mengecam serangan koalisi agresor Saudi ke rumah sakit al-Hudaydah.

"Tindakan koalisi Saudi-Amerika yang tergolong kejahatan perang dan pelanggaran nyata hukum internasional menunjukkan substansi teroris koalisi ini," ujar Mohammad Ali al-Houthi.

Jet-jet tempur koalisi Saudi Kamis sore membombardir rumah sakit al-Tsaurah di kota al-Hudaydah. Akibat kejahatan ini sedikitnya 60 warga Yaman tewas dan lebih dari 100 lainnya cedera.

Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya, melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015.

Pasukan agresor juga memblokade Yaman dari darat, laut dan udara, sehingga menambah penderitaan rakyat negara itu.

Invasi militer Saudi dan sekutunya ke Yaman hingga sekarang telah merenggut nyawa belasan ribu warga negara ini dan melukai puluhan ribu lainnya.