Drone Yaman dan Semakin Rapuhnya Pertahanan Saudi
-
drone Yaman
Gerakan perlawanan rakyat Yaman, Ansarullah mengumumkan telah menyerang pangkalan udara King Khalid yang terletak di Provinsi Asir, barat daya Arab Saudi.
Unit pertahanan militer Yaman juga berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak milik koalisi Saudi di distrik Al Masloub, Provinsi Al Jawf, utara Yaman.
Agresi militer dan blokade total Saudi bersama sekutunya sejak Maret 2015 hingga sekarang tidak berhasil menaklukkan Yaman dan dalam perang ini, Saudi dikenal sebagai pihak yang kalah karena bukan saja gagal meraih target politknya di Yaman, Riyadh juga tidak mampu menjadi pemenang di medan tempur.
Militer dan komite rakyat Yaman dengan serangan-serangan balasan mematikan dan beragam taktik militer yang selalu mengejutkan pasukan agresor, saat ini secara praktis berada di atas angin.
Operasi drone Yaman juga termasuk salah satu keberhasilan pasukan negara ini yang merubah secara drastis pertempuran melawan musuh. Serangan pesawat tanpa awak dan rudal Yaman ke perusahaan minyak nasional Saudi, Aramco, menandai masuknya perjuangan rakyat negara ini ke dalam fase baru yang lebih serius.
Unit drone militer dan komite rakyat Yaman menggempur kilang-kilang minyak Aramco dengan drone Samad-2. Kesuksesan serangan drone Yaman ke pusat-pusat militer dan ekonomi Saudi mengindikasikan kekuatan rakyat Yaman dalam fase baru perang melawan agresor.
Luasnya jangkauan operasi militer Yaman dalam melawan koalisi Saudi sama sekali tidak menyisakan pilihan bagi koalisi tersebut kecuali mengakui kekalahannya di Yaman.
Meningkatkanya intensitas serangan balasan Yaman terhadap kubu agresor sejak dimulainya serangan militer Saudi dan sekutunya ke negara ini, empat tahun lalu, membuktikan bahwa Yaman sampai sekarang tetap memegang kartu truf peperangan ini.
Perkembangan di medan tempur terus menunjukkan keunggulan militer dan komite rakyat Yaman di hadapan pasukan Saudi dan sekutu-sekutunya dari segala sisi. Pada saat yang sama, kelompok perlawanan Yaman dengan menggunakan strategi baru yang bertumpu pada serangan drone dan rudal serta mengandalkan kemampuan dalam negeri dalam menghadapi Saudi, telah menunjukkan bahwa kekuatannya sudah bertambah berlipat ganda.
Serangan akurat dan cerdas militer Yaman berujung dengan keunggulan mereka atas koalisi Saudi di medan tempur dan strategi semacam ini semakin mempercepat kekalahan agresor di Yaman. Serangan drone Yaman adalah awal fase baru perlawanan terhadap koalisi Saudi yang tampak semakin rapuh dan lemah di sektor pertahanan.
Situs berita Al Ahed Lebanon menulis, kegagalan koalisi Saudi dalam perang Yaman terus berlanjut dan besarnya dampak yang ditimbulkan oleh operasi serangan drone Yaman membuktikan bahwa kegagalan rezim Al Saud semakin nyata.
Sepertinya sekarang pasukan Yamanlah, dengan dukungan drone dan rudalnya yang berbalik menjadi ancaman bagi koalisi Saudi. Agresi militer Saudi ke Yaman jelas-jelas telah mendapat perlawanan gigih dari rakyat negara itu dengan serangan rudal dan drone yang bertubi-tubi. Dunia menyaksikan rakyat Yaman tidak pernah tunduk dan selalu bangkit melawan segala kezaliman yang dilakukan rezim Al Saud dan sekutunya. (HS)