Ansarullah Sambut Kedatangan Delegasi PBB ke Yaman
-
Mohammad Abdul Salam
Ketua tim juru runding Ansarullah Yaman dalam perundingan damai di Swedia menyambut kedatangan delegasi PBB yang akan mengawasi implementasi gencatan senjata di kota Al Hudaydah.
Mohammad Abdul Salam hari Sabtu (22/12) menilai kunjungan tersebut sebagai langkah penting untuk mewujudkan perdamaian di Yaman.
"Keputusan Dewan Keamanan PBB mengirim delegasi untuk mengawasi implementasi gencatan senjata di Al Hudaydah sebagai langkah penting untuk menghentikan agresi militer rezim Al Saud, dan blokade yang akan membantu menyiapkan sarana bagi tercapainya kesepakatan politik komprehensif," ujar Abdul Salam.
Patrick Cammaert selaku kepala delegasi PBB untuk pengawasan gencatan senjata di kota Al Hudaydah hari Sabtu (22/12) tiba di bandara Aden untuk memulai tugasnya di Yaman.
Dewan Keamanan PBB hari Jumat mengesahkan resolusi mengenai kesepakatan awal antara kedua pihak yang berseteru di Yaman.
Putaran keempat perundingan damai Yaman sudah berlangsung sejak 6 Desember lalu di Stockholm, Swedia. Pertemuan yang diikuti oleh faksi-faksi Yaman dan Utusan Khusus PBB Martin Griffiths ini berakhir pada 13 Desember dengan mengumumkan sebuah kesepakatan awal.
Kesepakatan ini mencakup gencatan senjata di al-Hudaydah dan pertukaran tawanan antara kedua pihak.
Babak baru perundingan Yaman rencananya akan diselenggarakan pada akhir Januari 2019 di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).
Perundingan damai sebelumnya berulangkali gagal karena pihak Arab Saudi dan sekutunya yang didukung AS tidak serius untuk menjalankan hasil yang dicapai dan masih melanjutkan serangan terhadap rakyat Yaman.
Arab Saudi yang didukung AS, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lain melancarkan agresi militer terhadap Yaman sejak Maret 2015 hingga kini dan memblokade jalur udara, laut dan darat negara tetanggganya itu.
Agresi militer tersebut tidak membuahkan hasil kecuali menewaskan 14.000 orang, mencederai puluhan ribu, dan menyebabkan jutaan orang Yaman terlantar.(PH)