Hasil Investigasi Fujairah Bukti Emirat tak Kenal Musuh
-
kapal tanker Saudi di Fujairah
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman menilai hasil investigasi dangkal yang dilakukan tim penyelidik insiden ledakan di pelabuhan Al Fujairah, Uni Emirat Arab, semakin membuktikan ketidakmampuan Emirat dalam mengenali musuh.
Mohammad Ali Al Houthi, Sabtu (8/6/2019) di laman Twitternya menulis, hasil investigasi tim penyelidikan insiden Fujairah yang berlangsung selama satu bulan menunjukkan bahwa pelaku aksi berbahaya ini berafiliasi ke salah satu negara.
Menurut Al Houthi, hal ini menunjukkan tingkat kebodohan dan ketidaktahuan UEA dalam mengenal dan mengidentifikasi musuh.
Ia menambahkan, orang yang tidak tahu siapa yang menyerangnya, dapat dipastikan akan menutup mata atas semua kegagalannya di bidang militer dan dampaknya di berbagai level.
Pemerintah UEA pada 12 Mei 2019 mengabarkan terjadinya ledakan beberapa kapal tanker minyak di pelabuhan Al Fujairah dan menyebutnya sebagai aksi sabotase.
Sejak insiden terjadi, penyelidikan internasional dilakukan untuk mengetahui detail kejadian dan pelakunya, hingga akhirnya pada Kamis (6/6) UEA menyerahkan hasil investigasi ke Dewan Keamanan PBB.
Hasil investigasi itu berbeda dengan klaim UEA, dan tidak mencantumkan nama Iran di dalamnya, padahal sebelumnya sejumlah negara Arab dan Amerika Serikat menuduh pasukan garda Revolusi Islam Iran, IRGC berada di balik insiden tersebut. (HS)