Transformasi Timur Tengah, 3 Agustus 2019
-
Tentara rezim Zionis Israel
Transformasi Timur Tengah sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya riset yang dilakukan Universitas The Aviv menunjukkan bahwa Israel tidak pernah menang perang sejak 1973.
Isu lainnya mengenai keberhasilan Palestina menembak jatuh sebuah drone Israel, pernyataan Mufti Suriah yang menekankan masalah persatuan umat Islam untuk mendukung Palestina, selama triwulan kedua 2019, Saudi mengalami defisit anggaran senilai 9 miliar dolar, warga Bahrain berdemo protes pemerintah Manama, serta pertemuan antara ketua parlemen irak dan menlu Kuwait.
Universitas Tel Aviv: Sejak 1973 Israel Tidak Pernah Menang Perang
Berdasarkan hasil riset yang dilakukan institusi pendidikan rezim Zionis Israel, sejak tahun 1973 hingga sekarang, Israel tidak pernah memenangkan perang, dan dalam perang-perang mendatang, Israel perlu meninjau ulang militernya secara serius.
Universitas Tel Aviv dalam sebuah penelitian yang dilakukannya, menemukan fakta bahwa dalam perang-perang yang dilancarkan sejak tahun 1973, Israel tidak pernah sekalipun menang.
Israel saat ini membutuhkan peninjauan ulang serius atas targetnya dalam perang-perang mendatang, dan perlu mengubah sistem pertahanan serta serangannya.
Hasil riset itu juga menyebutkan bahwa Israel dalam semua perang yang dilancarkannya sejak tahun 1973, hanya mengejar pencitraan bahwa mereka menang, namun kenyataannya di lapangan berkata lain.
Riset yang dilakukan Universitas Tel Aviv itu menunjukkan bahwa kemenangan yang diraih Israel seperti pada perang tahun 1967 sampai rezim itu berhasil menduduki sebagian wilayah negara Arab, tidak mungkin lagi terjadi.
Para peneliti percaya masalah ini disebabkan oleh rusaknya perimbangan kekuatan di kawasan.
Di bagian lain hasil riset disebutkan, Israel dalam perang-perang berikutnya akan berhadapan dengan banyak lawan dan ancaman luas serta menjadi sasaran serangan rudal besar-besaran.

Palestina Tembak Jatuh Sebuah Drone Israel
Pasukan muqawama Palestina dilaporkan berhasil menembak jatu sebuah drone militer rezim Zionis Israel.
Menurut laporan Pusat Informasi Pelestina, drone tersebut Jumat sore (02/08) ditembak jatuh oleh pasukan muqawama Palestina di utara Jalur Gaza.
Laman Israel, Mafzak Live mengutip militer Israel seraya membenarkan berita ini menyatakan, sebuah drone jatuh Jumat sore di utara Jalur Gaza setelah ditembak pasukan muqawama.
Drone dan jet tempur militer rezim Zionis Israel senantiasa menarget Jalur Gaza.
Rezim Zionis sejak tahun 2007 meningkatkan blokade terhadap Jalur Gaza dan mencegah masuknya kebutuhan primer warga termasuk bahan bakan, makanan, obat-obatan dan material bangunan ke Gaza.
Mufti Suriah Tekankan Persatuan umat Muslim Dukung Palestina
Mufti agung Suriah menekankan persatuan umat Muslim melawan skenario musuh anti isu Palestina.
Seperti dilaporkan Tasnim News, Mufti agung Suriah, Sheikh Ahmad Badreddin Hassoun saat bertemu dengan Mohammad al-Habbash, penasihat ketua Otorita Ramallah Palestina di Damaskus menambahkan, isu Palestina menjadi prioritas sikap Suriah dan tujuan dari represi terhadap Damaskus juga dikarenakan sikap negara ini terkait isu Palestina.
Sheikh Hassoun juga menekankan pentingnya peran ulama Muslim untuk melawan ideologi ekstrim dan melawan fenomena Islamophobia.
Sementara itu, penasihat Mahmoud Abbas di kesempatan tersebut mengatakan, ulama harus berkerja sama untuk mempersatukan barisan umat Islam dan seputar isu utama dunia Islam yaitu isu Palestina.
Rudal Badr Yaman Hantam Pangkalan Udara Saudi
Juru bicara angkatan bersenjata Yaman mengumumkan, sebuah pangkalan udara Arab Saudi di Najran diserang rudal balistik Badr F, Yaman.
Stasiun televisi Al Masirah (3/8/2019) melaporkan, Brigjen Yahya Saree mengatakan, operasi militer ke pangkalan udara Saudi di Najran, selain menimbulkan kerugian materi yang cukup besar, juga menewaskan serta melukai puluhan tentara Saudi.
Menurut Yahya Saree, operasi ini adalah sebuah langkah pencegahan, pasalnya koalisi agresor bermaksud menerobos wilayah perbatasan Yaman melalui area Saqam. Di sisi lain, pasukan koalisi Saudi menyerang beberapa wilayah di Al Hudaydah, barat Yaman dengan rudal dan mortir.

Selama Triwulan Kedua 2019, Saudi Alami Defisit 9 Miliar Dolar
Departemen Keuangan Arab Saudi mengkonfirmasi defisit anggaran sebesar 9 miliar dolar selama triwulan kedua tahun ini.
Kementerian keuangan Arab Saudi menegaskan, Riyadh selama triwulan kedua tahun 2019 mengalami defisit anggaran sebesar 33,5 miliar riyal atau setara dengan 8,930 miliar dolar.
Pendapatan minyak Arab Saudi selama triwulan kedua tahun 2019 turun lima persen. Sementara pendapatan non minyak negara ini juga anjlok sebesar empat persen dibanding dengan tahun sebelumnya.
Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporannya bulan Juli memprediksikan laju ekonomi Arab Saudi tahun 2019 turun 1,8 persen. Arab Saudi tahun 2018 juga mengalami defisit anggaran lebih dari 52 miliar dolar.

Warga Bahrain Berdemo Protes Pemerintah Manama
Rakyat Bahrain menggelar aksi demo besar-besaran di berbagai wilayah negara ini sebagai bentuk loyalitas terhadap dua pemuda syahid. Selama aksinya, demonstran meneriakkan yel-yel anti Al Khalifa.
Menurut laporan MNA mengutip televisi Aljazeera, demonstran Bahrain Selasa (30/07) menggelar aksinya di Bani Jumrah, al-Malikiyah, al-Hamlah dan berbagai wilayah lain di negara ini. Dalam aksinya, demonstran membawa foto dua syahid ini dan menuntut penggulingan rezim Al Khalifa.
Masih menurut sumber ini, aksi demo ini merupakan aksi terbesar rakyat Bahrain selama dua tahun lalu hingga kini.
Ahmad al Malali dan Ali al Arab, dua pemuda Bahrain Sabtu (27/07) dini hari dieksekusi dengan tudingan palsu dan pengakuan yang dipaksakan melalui penyiksaan.
Bahrain sejak 14 Februari 2011 dilanda aksi protes damai rakyat menentang rezim Al Khalifa.
Pemerintah Bahrain selama tujuh tahun lalu menangkap lebih dari 11 ribu warganya dengan dalih palsu, mengeksekusi sejumlah dari mereka dan banyak yang dicabut kewarganegaraannnya ataupun diusir dari negara ini.
Ketua Parlemen Irak Bertemu Menlu Kuwait
Ketua parlemen Irak yang berkunjung ke Kuwait dilaporkan bertemu dengan menteri luar negeri negara ini dan membahas pengokohan hubungan bilateral.
Menurut laporan MNA Selasa (30/07) mengutip Sumariya News, Mohammad al-Halbousi saat bertemu dengan Menlu Kuwait, Sheikh Sabah Khaled Al-Hamad Al-Sabah menekankan urgensitas pengokohan hubungan Irak dan Kuwait serta mengatakan, hubungan akan berpengaruh terhadap seluruh isu-isu yang diminati kedua negara.
Al-Halbousi juga meminta Kuwait meningkatkan investasinya di Irak. Di pertemuan ini kedua pihak juga melakukan lobi hubungan diplomatik bilateral khususnya di bidang parlemen.
Mohammad al-Halbousi bersama delegasi sejak hari Ahad (28/07) tiba di Kuwait dan sampai saat ini telah bertemu dengan Emir Kuwait, Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah dan Perdana Menteri Jaber Al-Mubarak Al-Hamad Al-Sabah. (PH)