Serangan Sengit Drone Yaman Paksa Penerbangan di Selatan Saudi Dihentikan
-
Drone Qasef K2 Yaman
Juru bicara militer Yaman mengkonfirmasi serangan besar-besaran militer dan pasukan relawan rakyat negara ini ke bandara udara Abha, pangkalan udara King Khalid di Khamis Mushait dan bandara udara Najran Arab Saudi.
Menurut laporan Televisi al-Masirah Senin (05/08), Yahya Saree seraya menjelaskan bahwa operasi ini menggunakan drone Qasef K-2 menambahkan, di operasi pertama hangar drone di bandara udara Najran menjadi target langsung dan serangan ini membuat penerbangan di bandara tersebut terpaksa dihentikan.
Jubir militer Yaman mengatakan, di operasi kedua sejumlah pos militer penting dan sensitif militer Saudi di pangkalan udara King Khalid menjadi target serangan drone dan pesawat nirawak Yaman ini secara akurat berhasil menyerang target.
"Operasi ketiga juga menarget hangar pesawat dan sejumlah target lain di bandara udara internasional Abha di Asir dan drone Yaman secara akurat berhasil menembak target yang telah ditentukan serta memaksa penerbangan di bandara udara ini dihentikan," tambah Yahya Saree.
Serangan ini dilancarkan setelah hari Ahad (04/08) Sekjen Gerakan Ansarullah Yaman, Abdul-Malik Badreddin al-Houthi memperingatkan Riyadh atas dampak berlanjutnya agresi mereka ke Yaman serta eskalasi serangan balasan rakyat Yaman terhadap Arab Saudi.
"Seberapa besar Saudi melanjutkan agresinya ke Yaman, kami tidak akan segan-segan membalas seragan ini dan sekuat tenaga kami akan memberi pukulan telak serta menyakitkan kepada Riyadh," papar Sekjen Gerakan Ansarullah Yaman, Abdul-Malik Badreddin al-Houthi. (MF)