Transformasi Timur Tengah, 21 September 2019
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i73955-transformasi_timur_tengah_21_september_2019
Transformasi Timur Tengah sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya penggalangan pasukan koalisi pimpinan AS di Teluk Persia.
(last modified 2026-04-28T10:20:05+00:00 )
Sep 21, 2019 09:56 Asia/Jakarta
  • Kapal perang AS di Teluk Persia
    Kapal perang AS di Teluk Persia

Transformasi Timur Tengah sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya penggalangan pasukan koalisi pimpinan AS di Teluk Persia.

Masalah lainnya, militer Saudi tidak bisa membuktikan keterlibatan Iran dalam serangan ke Aramco, Hamas mendukung penuh rekonsiliasi Palestina, pasukan Israel menyerbu kantor Addameer di Ramallah, dan Hashd al-Shaabi berhasil menggagalkan rencana teror ke peziarah Arbain. 

Pasukan koalisi AS di Teluk Persia

UEA dan Saudi Kirim Pasukan Gabung Koalisi AS di Teluk Persia

Uni Emirat Arab mengumumkan keputusannya untuk bergabung dengan koalisi maritim pimpinan Amerika Serikat di Teluk Persia, dengan dalih menjaga keamanan pelayaran kapal dagang.

Setelah Saudi, kini Emirat mengumumkan bergabung dengan koalisi maritim pimpinan Amerika di Teluk Persia. Sebagaimana dikutip dari Emirates News Agency, Dirjen Kerjasama Keamanan dan Internasional di Kementerian Luar Negeri UEA mengumumkan, bergabungnya Emirat dalam koalisi ini adalah untuk membantu upaya internasional dan regional dalam menghadapi ancaman atas pelayaran dan perdagangan global, juga untuk menjaga keamanan pasokan energi dunia.

Sebelumnya pemerintah Saudi mengabarkan keputusan Riyadh untuk bergabung dengan koalisi pimpinan Amerika di Teluk Persia. Wilayah operasi koalisi Amerika itu meliputi Selat Hormuz, Bab El Mandeb, Laut Oman dan Teluk Persia.

Saudi Press Agency, SPA mengutip seorang pejabat kemenhan negara itu mengabarkan, Riyadh memutuskan untuk bergabung dengan koalisi pimpinan Amerika di perairan kawasan. Ditambahkannya, koalisi internasional ini berusaha membantu kapal-kapal dagang melalui sistem navigasi aman sehingga pelayaran dan perdagangan dunia serta dukungan atas kepentingan negara-negara anggota koalisi terjamin, dan keamanan kapal dagang yang melewati perairan ini diperkuat. Wilayah operasi koalisi Amerika itu meliputi Selat Hormuz, Bab El Mandeb, Laut Oman dan Teluk Persia.

Menurut SPA, bergabungnya Saudi ke koalisi Amerika bertujuan mendukung upaya regional dan internasional demi menciptakan pencegahan dan melawan ancaman pelayaran juga perdagangan dunia, menjaga keamanan pasokan energi global, melanjutkan peran energi dalam ekonomi dunia, serta berpartisipasi menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

 

Jubir Kemenhan Saudi, Turki Al Maliki

Militer Saudi Tidak Bisa Buktikan Keterlibatan Iran dalam Serangan ke Aramco

Sebuah surat kabar Lebanon, menganalisa jumpa pers yang digelar Juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi. Mengutip sumber militer Yaman, koran Lebanon itu menjelaskan, serangan ke kilang minyak Aramco dilakukan dari tiga lokasi di Yaman, dan dalam konferensi pers kemarin, Rabu (18/9/2019), Jubir Kemenhan Saudi tidak bisa menunjukkan argumen kuat untuk menuduh Iran.

Jubir Kemenhan Saudi, Turki Al Maliki, Rabu (18/9) menggelar konferensi pers dan memajang serpihan rudal dan drone, serta menuduh Iran berada di balik serangan ke Aramco.

Sehubungan dengan hal ini, salah satu sumber militer Yaman kepada Al Akhbar menuturkan, konferensi pers Turki Al Maliki, sepenuhnya gagal. Ia tidak mampu menunjukkan satupun bukti empiris atau argumen kuat yang mendukung tuduhannya bahwa Iran di balik serangan ini.

Terkait pecahan rudal yang dipamerkan Jubir Kemenhan Saudi dalam jumpa persnya, sumber militer Yaman mengakui bahwa serpihan itu benar bekas rudal, dan senjata serta peralatan militer semacam itu dalam jumlah banyak dimiliki angkatan udara Yaman, dan mereka beberapa kali menunjukkannya di layar televisi.

 

Hamas

Hamas Dukung Penuh Rekonsiliasi Palestina

Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) menekankan dukungan kepada semua upaya untuk merealisasikan persatuan dan rekonsiliasi di antara kelompok-kelompok Palestina.

Seperti dilansir Alalam, Hamas dalam pernyataan terbaru menyebutkan, Kepala Biro Politik Hamas Yahya Sinwar telah menerima perencanaan nasional untuk menyatukan dan mengakhiri perpecahan di antara para pemimpin  kelompok Palestina.

Dalam pernyataan itu, Sinwar mengapresiasi para pemimpin kelompok-kelompok Palestina atas minat mereka untuk mewujudkan persatuan nasional Palestina.

"Hamas akan mengumumkan posisinya tentang pandangan ini dalam beberapa hari mendatang," ujarnya dalam pernyataan itu.

Delapan kelompok Palestina dalam pernyataan bersama menyampaikan pandangan nasonal komprehensif untuk merealisasikan persatuan dan mengakhiri perpecahan serta membuat jadwal yang jelas untuk melaksanakan kesepakatan ini.

Mereka juga menuntut dukungan luas dari masyarakat dan lembaga-lembaga Palestina untuk rencana tersebut sebagai langkah penting mewujudkan rekonsiliasi dan mengakhiri perpecahan.

 

Pasukan rezim Zionis Israel

Pasukan Israel Serbu Kantor Addameer di Ramallah

Pasukan rezim Zionis Israel menyerbu kantor Dukungan Tahanan Palestina dan Asosiasi Hak Asasi Manusia (Addameer), Ramallah, Tepi Barat.

Selama penyerbutan pada hari Kamis (19/9/2019) itu, pasukan Zionis menggeladah kantor Addameer dan menyita komputer, file, dan peralatan kantor lainnya.

Penyerbuan teserbut merupakan bagian dari tindakan keras yang lebih luas terhadap HAM Palestina dan organisasi masyarakat sipil serta staf mereka.

"Serangan mengerikan oleh pasukan Israel terhadap Addameer menunjukkan tekad jelas Israel untuk menghancurkan kegiatan damai dan membungkam LSM. Ini adalah serangan yang kejam dan diperhitungkan, yang dirancang untuk membatasi kerja penting HAM Addameer," kata Wakil Direktur untuk Middle Afrika Timur dan Utara di Amnesty International Saleh Higazi.

Dia menambahkan otoritas Israel telah mengirimkan pesan yang jelas kepada masyarakat sipil Palestina: siapa pun yang berani berbicara tentang pelanggaran HAM Israel di wilayah pendudukan Palestina berisiko berada di bawah serangan.

"Pembatasan sewenang-wenang terhadap gerakan, serangan terhadap HAM dan organisasi masyarakat sipil dan pembela HAM tidak pernah bisa dibenarkan. Tindakan ini harus berakhir sekarang, dan mereka yang harus bertanggung jawab," pungkasnya.

Ini adalah ketiga kalinya pasukan Israel menyerbu kantor Addameer, di mana penggerebekan sebelumnya dilakukan pada tahun 2002 dan 2012.

Selama bertahun-tahun pihak berwenang Israel juga telah menangkap dan menahan banyak anggota staf Addameer.

 

Pasukan Hashd Al-Shaabi

 

Hashd al-Shaabi Gagalkan Rencana Teror ke Peziarah Arbain

Pasukan relawan rakyat Irak, Hashd al-Shaabi berhasil menggagalkan sebuah rencana serangan teror terhadap para peziarah peringatan Hari Arbain di Provinsi Diyala.

"Pasukan Hashd al-Shaabi dalam patrolinya di selatan Danau Hamrin di Diyala, menemukan beberapa rudal Katyusha dan mortir kaliber 60 mm," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip IRNA, Jumat (20/9/2019).

"Senjata tersebut dipersiapkan untuk membom jalan utama Provinsi Diyala yang akan dipakai oleh para peziarah Hari Arbain," tambahnya.

Saat ini sisa-sisa teroris Daesh masih melakukan operasi di berbagai daerah di Irak dan melancarkan serangan teror secara acak.

Kelompok teroris Daesh dengan dukungan AS dan sekutunya termasuk Arab Saudi, melakukan serangan ke Irak dan menduduki sebagian wilayah di negara itu pada 2014.

Pemerintah Irak kemudian meminta bantuan konsultatif kepada Iran untuk menumpas teroris.

Pasukan Irak dengan bantuan penasihat Iran, berhasil membebaskan kota Rawa, basis terakhir Daesh di negara itu pada 17 November 2017. Dengan demikian, Daesh secara praktis telah kalah di Irak. (PH)