Respon Media Regional atas Prosesi Pemakaman Syahid Soleimani
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i77333-respon_media_regional_atas_prosesi_pemakaman_syahid_soleimani
Partisipasi jutaan warga Tehran di acara tasyi' jenazah Syahid Qasem Soleimani, komandan Brigade Quds Sepah Pasdaran Iran bersama rekan seperjuangannya menuai respon luas media regional.
(last modified 2026-04-18T09:26:41+00:00 )
Jan 07, 2020 17:05 Asia/Jakarta
  • Tasyi\' jenazah Syahid Soleimani di Tehran
    Tasyi\' jenazah Syahid Soleimani di Tehran

Partisipasi jutaan warga Tehran di acara tasyi' jenazah Syahid Qasem Soleimani, komandan Brigade Quds Sepah Pasdaran Iran bersama rekan seperjuangannya menuai respon luas media regional.

Warga Tehran Senin (06/01) menciptakan epik besar dan dengan partisipasi jutaan mereka, warga ibukota Iran ini menunjukkan bahwa mereka sangat menghormati pahlawan nasional.

Epik ini menuai respon luas dari berbagai media dunia termasuk media regional. Media ini dalam laporannya merespon prosesi ini dengan ungkapan seperti "Banjir Rakyat", "Laut Duka" dan "Barisan panjang rakyat Iran."

Tasyi' jenazah Syahid Soleimani di Tehran

Secara global respon ini dapat dianalisa dalam sejumlah kategori:

Pertama: acara ini sebuah peristiwa bersejarah. Oleh karena itu, peristiwa ini menimbulkan kekaguman. Laman Times of Israel menyebut prosesi tasy' ini terbesar setelah prosesi pemakaman pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini.

Kedua: Partisipasi luas warga menunjukkan persatuan bangsa Iran. Jurnasil al-Monitor terkait hal ini menulis, "Saya sampai saat ini belum pernah menyaksikan hal seperti ini di Iran. Bahkan ritual agama tidak mengumpulkan warga seperti ini seperti Qasem Soleimani."

Analisa ketiga adalah sisi popularitas Syahid Soleimani di tengah rakyat Iran. Banyak media yang mengisyaratkan hal ini. Partisipasi jutaan warga bukan saja menunjukkan popularitas dan ucapan terima kasih mereka atas layanan Syahid Soleimani, bahkan juga mengalahkan perang syaraf beberapa hari terakhir media global yang berusaha merusak citra komandan pasukan Quds IRGC ini.

Sementara analisa kelima adalah acara ini mengindikasikan ungkapan kebencian dan sentimen anti AS warga Iran serta dukungan rakyat atas balas dendam keras yang dijanjikan Rahbar di pesan dukanya.

Televisi Aljazeera Qatar saat meliput prosesi ini menulis, "Tuntutan untuk membalas dendam kepada Amerika terus meningkat."

Kelima: Acara tasyi' ini merupakan titik balik di Asia Barat. Sebelumnya Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hasan Nasrullah di acara peringatan gugurnya Syahid Soleimani bersama rombongan menyatakan bahwa gugurnya Soleimani awal dari era baru Asia Barat.

Tasyi' jenazah Syahid Soleimani di Tehran

Vali Nasr, penasihat mantan Presiden AS Barack Obama menulis, "Lihatlah jumlah masyarakat yang berpartisipasi di acara tasyi' jenazah Soleimani. Ini adalah titik balik di Asia Barat (Timur Tengah)."

Selain analisa ini, prosesi tasyi' Syahid Qasem Soleimani menunjukkan bahwa Republik Islam Iran berbeda dengan propaganda luas media global, memiliki basis rakyat yang besar di mana investasi ini siap aktif dan turun ketika dibutuhkan.

Prosesi tasyi' beberapa hari terakhir di Ahvaz, Mashhad, Qom, Tehran dan Kerman sebuah referendum dukungan rakyat terhadap Republik Islam Iran.

Menurut sejumlah tokoh dan analis, jika Presiden AS Donald Trump menyadari popularitas Syahid Qasem Soleimani dan dukungan rakyat terhadap Republik Islam, maka ia mungkin tidak akan melakukan kejahatna seperti ini. Arus besar rakyat ini menambah ketakutan AS dan Trump atas balas dendam Republik Islam Iran dan sekutunya di kawasan. (MF)