Hadapi Kesepakatan Abad, Hamas Serukan Perlawanan Intensif
-
Para demonstran Palestina membawa spanduk menolak Kesepakatan Abad di kota Nablus, Tepi Barat pada 25 Juni 2019. (Dok)
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyatakan bahwa perlawanan terhadap prakarsa Kesepakatan Abad adalah tugas semua pemimpin Palestina.
Juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum, seperti dikutip laman Mehrnews, Selasa (28/1/2020) mengatakan Kesepakatan Abad merupakan agresi baru Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap bangsa Palestina.
"Melawan prakarsa tersebut dan membela kepentingan bangsa Palestina, membutuhkan sikap dan keputusan yang berani dari para pejabat Palestina," tambahnya.
Barhoum menegaskan bahwa perlawanan dengan aksi nyata harus ditingkatkan di seluruh wilayah Palestina, dan Otorita Ramallah juga harus mengambil sikap resmi mengenai Kesepakatan Abad.
Berdasarkan Kesepakatan Abad, Quds akan diserahkan kepada Israel, pengungsi Palestina di luar negeri tidak berhak kembali ke tanah airnya, dan Palestina hanya terdiri dari wilayah yang tersisa di Tepi Barat dan Jalur Gaza. (RM)