Parlemen Irak kembali Gagal Tunjuk Perdana Menteri Baru
-
Nabil al-Tarafi
Ketua koalisi Sairun di parlemen Irak mengkonfirmasi kegagalan komite tujuh orang untuk memilih perdana menteri baru.
Menurut laporan FNA, Nabil al-Tarafi, ketua Koalisi Sairun di parlemen Iran Senin (16/03) mengatakan, komite tujuh orang yang dibentuk dari perwakilan kubu Syiah gagal meraih kesepakatan terkait penunjukan kandidat yang bertanggung jawab membentuk pemerintahan baru.
Ketua fraksi Sairun ini menjelaskan, Presiden Barham Salih di kondisi saat ini harus menggunakan wewenang khususnya untuk menunjuk kandidat perdana menteri.
Irak sejak 1 Oktober 2019 dilanda aksi demo anti pemerintah. Tuntutan utama para demonstran adalah ekonomi, sosial dan politik. Namun aksi damai ini berubah menjadi aksi kekerasan akibat intervensi asing dan kelompok dalam negeri yang menyimpang.
Menyusul kondisi ini, Adel Abdul-Mahdi pada 30 November 2019 mengundurkan diri dari posisi perdana menteri dan parlemen pada 1 Desember menyetujui pengunduran diri tersebut. (MF)