Penunjukan Gantz; Akhir atau Peluang Netanyahu?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i79647-penunjukan_gantz_akhir_atau_peluang_netanyahu
Presiden rezim Zionis Israel Reuven Rivlin secara resmi menunjuk Benny Gantz, ketua Partai Biru dan Putih untuk membentuk kabinet baru.
(last modified 2026-04-29T10:04:52+00:00 )
Mar 17, 2020 18:12 Asia/Jakarta
  • Benny Gantz
    Benny Gantz

Presiden rezim Zionis Israel Reuven Rivlin secara resmi menunjuk Benny Gantz, ketua Partai Biru dan Putih untuk membentuk kabinet baru.

Pemilu parlemen ketiga Israel selama satu tahun terakhir dan pemilu ke 23 selama tujuh dekade digelar 2 Maret 2020. Pemilu ini berakhir dengan kemenangan Partai Likud dan kubu sayap kanan pimpinan Benjamin Nentanyahu.

Partai Likud memperoleh 36 kursi dan total kubu sayak kanan meraih 58 kursi parlemen. Koalisi Biru dan Putih pimpinan Benny Gantz meraih 32 kursi dan total kubu sayap kiri serta moderat mendapat 40 kursi. Adapun aliansi politik partai-partai Arab utama di Israel atau dikenal dengan Joint List, menempati posisi ketiga dengan perolehan 15 kursi. Tujuh kursi tersisa dari 120 kursi parlemen Israel diraih oleh Partai Yisrael Beiteinu, pimpinan Avigdor Lieberman.

Sementara itu untuk membentuk kabinet diperlukan suara mayoritas minimnya 61 kursi. Joint List Arab seperti pemilu 17 September lalu menyatakan mendukung Benny Gantz. Pada September lalu salah satu partai di bawah Joint List Arab yang memiliki tiga kursi menolak mendukung Gantz, namun kini seluruh list ini menyatakan dukungannya kepada ketua Partai Biru dan Putih.

Masalah ini menunjukkan bahwa level dan nilai Arab di bumi pendudukan di struktur kekuasaan meningkat dan bangsa Arab yang sebelumnya diabaikan di pembentukan kabinet, kini tercatat sebagai pemain utama di bumi pendudukan Palestina. Meski dukungan Arab membuat Gantz berhasil ditunjuk untuk membentuk kabinet baru, namun masalah ini juga tercatat sebagai kendala tersendiri bagi ketua Partai Biru dan Putih, karena pemimpin kubu sayap kiri " Gesher" menyatakan bahwa tidak akan terlibat di kabinet yang mendapat dukungan Joint List Arab.

Setelah dukungan Arab dan ketika Lieberman menolak mendukung Netanyahu serta dukungannya secara tersirat kepada Gantz, presiden Israel kemudian menginstruksikan pemimpin partai Biru dan Putih ini untuk membentuk kabinet. Transformasi di bumi pendudukan Palestina mengindikasikan bahwa bersama Arab, Lieberman juga menjadi pemain penting di proses pembentukan kabinet baru.

Lieberman selain memiliki peran ditumbangnya kabinet Netanyahu pada November 2018, setelah pemilu April dan September 2019 juga memainkan peran atas kegagalan Netanyahu membentuk pemerintahan. Setelah pemilu parlemen 2 Maret, Lieberman secara transparan menyatakan tidak akan terlibat di kabinet yang perdana menterinya memiliki berkas kasus korupsi di pengadilan.

Poin penting di sini adalah pada September lalu meski Partai Biru dan Putih meraih kursi lebih banyak dari Likud, namun presiden Israel meminta Netanyahu untuk membentuk kabinet. Sementara Netanyahu sendiri kemudian gagal membentuk kabinet dan Gantz juga gagal.

Kini di saat Gantz ditunjuk untuk membentuk kabinet baru, justru Partai Likud yang mendapat kursi terbanyak di pemilu parlemen kali ini. Oleh karena itu, meski Gantz satu langkah terdepan dari Netanyahu untuk membentuk kabinet, namun potensi kegagalannya untuk membentuk pemerintahan akan membuat Netanyahu kembali terpilih untuk membentuk kabinet. Dan kali ini ketika berbagai faksi politik di Israel tidak cukup antusias untuk menggelar pemilu keempat maka peluang Netanyahu untuk terpilih sebagai perdana menteri dan membentuk kabinet semakin besar. (MF)