Dinamika Asia Barat 28 Maret 2020
-
Deteksi suhu tubuh untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19
Transformasi Asia Barat selama beberapa hari terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai peningkatan kasus Covid-19 di kawasan ini.
Selain itu, Depkes Palestina menuntut pencabutan blokade Gaza, masjid Al Aqsa ditutup untuk mencegah penyebaran Covid-19, Hizbullah mengerahkan ribuan tim medis menangkal penyebaran virus Corona di Lebanon, PBB menyerukan pembebasan tahanan Yaman, warga Hasakah berhasil memaksa militer AS mundur, dan pemangkasan anggaran publik Arab Saudi senilai 13 miliar dolar.

Penyebaran Virus Corona di Asia Barat Meningkat
Data statistik terbaru menunjukkan bahwa warga yang terinfeksi virus Corona di sejumlah negara Asdia Barat semakin meningkat. Seperti dilaporkan Elnashra, Departemen Kesehatan Oman mengumumkan, ditemukan tiga kasus baru Corona dinegara ini dan sampai saat ini jumlah penderita Corona di Oman meningkat menjadi 55 orang.
Sementara itu, Departemen Kesehatan Palestina menyatakan jumlah penderita Corona di Palestina mencapai 55 orang. Selain itu, virus Corona dilaporkan merambah ke Jalur Gaza dan dua orang di kawasan terisolir ini terinfeksi Corona.
Departemen Kesehatan Uni Emirat Arab (UEA) dalam statemennya mengumumkan bahwa jumlah penderita Corona di negara ini mencapai 153 orang.
Depkes Palestina Tuntut Pencabutan Blokade Gaza
Departemen Kesehatan Palestina menyatakan bahwa rezim Zionis Israel adalah pihak yang bertanggung jawab atas menyerbarnya virus Corona (Covid-19) di Jalur Gaza, dan menuntut pencabutan blokade atas wilayah ini.
Seperti dilansir Palestine al-Yawm, Depkes Palestina dalam pernyataannnya pada hari Selasa (24/3/2020) menyebutkan bahwa rezim Zionis adalah pihak yang bertanggung jawab atas memburuknya kesehatan dua juta warga Palestina, di mana mereka dalam kondisi yang sangat buruk di Gaza.
Ditambahkan bahwa peralatan untuk tes Covid-19 di Gaza sangat terbatas dan sedikit.
Depkes Palestina meminta PBB dan semua lembaga internasional untuk bertindak agar blokade terhadap Gaza segera dicabut.
Sebelumnya, Khalil al-Haya, anggota Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) menegaskan bahwa rezim Zionis bertanggung jawab penuh atas pelarangan pengiriman peralatan medis ke Gaza untuk melawan Covid-19.
Berdasarkan data Depkes Palestina, 59 warga Palestina telah terinfeksi Covid-19, di mana 57 dari mereka berada di Tepi Barat dan dua lainnya di Gaza.
Covid-19 telah menyebar ke lebih dari 180 negara dunia. Menurut data terbaru, setidaknya lebih dari 360.630 orang telah terinfeksi Virus Corona di seluruh dunia.
Lebih dari 97.660 pasien virus ini berhasil sembuh dan lebih dari 16.093 lainnya meninggal dunia.
Cegah Corona, Masjid Al Aqsa Ditutup
Badan Wakaf Islam kota Al Quds mengumumkan, untuk mencegah penyebaran virus Corona, seluruh pintu Masjid Al Aqsa ditutup mulai hari Senin (23/3/2020) dinihari hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Pusat Informasi Palestina (23/3/2020) melaporkan, Badan Wakaf Islam Al Quds menegaskan, keputusan ini diambil atas arahan para ulama, dan tim dokter di kota Al Quds dengan maksud mencegah penyebaran virus Corona.
Badan Wakaf Islam Al Quds menambahkan, keputusan ini diambil untuk menjaga keselamatan jiwa warga Palestina, namun azan tetap dikumandangkan di Masjid Al Aqsa.
Badan ini juga mengimbau warga Palestina untuk bekerjasama, meningkatkan solidaritas dan menjalankan aturan kesehatan serta kebersihan sehingga bisa melewati krisis global ini.
Kementerian Kesehatan rezim Zionis Israel mengumumkan, 1071 warga Israel tertular virus Corona, 20 orang di antaranya berada dalam kondisi yang kritis, dan satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Sementara Kemenkes Palestina mengumumkan hingga kini 59 warga Palestina tertular virus Corona, dan 17 di antaranya berhasil sembuh.
Hizbullah Kerahkan Ribuan Tim Medis Tangkal Corona
Ketua Dewan Ekskutif Hizbullah Lebanon mengabarkan pengerahan 25.000 dokter dan perawat Hizbullah untuk membantu pemerintah Beirut memerangi penyebaran virus Corona di negara ini.
Sayid Hashem Safieddine dalam wawancara dengan televisi Al Manar (26/3/2020) mengatakan, tujuan dari langkah Hizbullah ini adalah untuk membantu pemerintah dan kementerian kesehatan Lebanon dalam mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 dan memberantasnya.
Menurut Sayid Hashem, 1500 dokter, 3000 perawat, 5000 petugas kesehatan, dan 15.000 petugas lapangan dikerahkan Hizbullah ke sejumlah kota Lebanon untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, kata Safieddine, Hizbullah juga menyerahkan fasilitas dan rumah sakitnya kepada kemenkes Lebanon untuk membantu memerangi Corona.
"Bantuan dana Hizbullah juga akan segera dibagikan kepada warga miskin Lebanon," imbuhnya.
Kemenkes Lebanon hari Rabu (25/3) mengumumkan, 333 warga negara ini diketahui terinfeksi virus Corona.
PBB Serukan Pembebasan Tahanan Yaman
Utusan Khusus PBB Urusan Yaman, Martin Griffiths meminta semua pihak yang terlibat konflik di Yaman untuk membebaskan semua tahanan demi menghindari bahaya Covid-19.
"Ketika dunia berjuang melawan virus Corona, pihak-pihak yang terlibat konflik di Yaman harus fokus pada upaya menghindari bahaya kematian warga sipil," ujar Martin Griffiths hari Jumat (20/3/2020).
Utusan khusus PBB urusan Yaman juga menyerukan semua pihak di Yaman untuk menghentikan bentrokan di dua provinsi al-Jawf dan Al-Ma'rib demi mencegah eskalasi konflik di negara Arab ini.
Abdul Qader Mortada, Kepala Komite Tahanan Ansarullah Yaman baru-baru ini mengumumkan bahwa pihak Abd Rabbuh Mansur Hadi menghentikan masalah pertukaran tahanan.
Virus corona saat ini telah menyebar ke 170 negara dunia, termasuk negara-negara kawasan Asia Barat.
Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan bahwa jika Covid-19 menyebar ke Suriah dan Yaman akan berdampak sangat cepat dan akut karena kondisi krisis yang melanda dua negara Arab itu.
Warga Hasakah Paksa Militer AS Mundur
Pasukan pemerintah Suriah bersama warga desa Hamou, Provinsi Hasakah, timur laut negara ini, berhasil memaksa konvoi militer Amerika Serikat mundur.
Mehr News (26/3/2020) melaporkan, militer dan warga Suriah di desa Hamou berhasil menghentikan laju konvoi militer Amerika yang terdiri dari enam kendaraan lapis baja.
Ini adalah kali keempat dalam sebulan, pergerakan konvoi militer Amerika di timur laut Suriah dihentikan oleh militer dan warga negara ini, dan terpaksa mundur.
Di sisi lain, milisi bersenjata dukungan Turki kembali menutup aliran air minum yang dikonsumsi setengah juta warga kota Hasakah.
Menurut keterangan direktur perusahaan air minum Hasakah, pasukan Turki dan bayarannya mengusir para pekerja perusahaan air minum Hasakah, dan melarang mereka bekerja.
Harga Minyak Anjlok, Saudi Pangkas 13 Miliar Dolar Anggaran Publik
Menteri Keuangan Arab Saudi mengkonfirmasi pemangkasan anggaran publik sebesar 13 miliar dolar bersamaan dengan anjloknya harga minyak dunia.
Mohammed al-Jadaan Rabu (18/03) sore menyatakan, wabah virus corona berdampak terhadap penurunan laju ekonomi global serta dalam negeri, memutuskan untuk memangkas anggaran publik sebesar 13 miliar dolar.
Statemen menteri keuangan Arab Saudi dirilis ketika harga minyak mentah Amerika Serikat Rabu malam untuk pengiriman bulan April turun lebih dari 24 persen dan mencapai 20,37 dolar perbarel serta tercatat sebagai harga terendah selama 18 tahun lalu.
Selain itu, harga minyak Brent untuk kontrak bulan Mei turun 14 persen yang mencapai 24,65 dolar. Penurunan harga tersebut belum pernah terjadi sejak tahun 2003 hingga kini. (PH)