Anggota DPR Irak: Kabinet al-Zurufi Tidak Akan Mendapat Mosi Kepercayaan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i80105-anggota_dpr_irak_kabinet_al_zurufi_tidak_akan_mendapat_mosi_kepercayaan
Anggota DPR Irak menyatakan bahwa kabinet Adnan al-Zurufi tidak akan mendapat suara mosi kepercayaan dari parlemen karena penolakan koalisi al-Fath, Negara Hukum dan gerakan politik Hikmah.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Apr 05, 2020 06:19 Asia/Jakarta
  • Adnan al-Zurufi, Perdana Menteri Irak
    Adnan al-Zurufi, Perdana Menteri Irak

Anggota DPR Irak menyatakan bahwa kabinet Adnan al-Zurufi tidak akan mendapat suara mosi kepercayaan dari parlemen karena penolakan koalisi al-Fath, Negara Hukum dan gerakan politik Hikmah.

Menurut laporan IRIB, Burhan al-Ma'muri, anggota parlemen Irak menyatakan, "Koalisi al-Fath, Negara Hukum dan gerakan politik Hikmah sebagai kelompok berpengaruh di dalam parlemen Irak masih menolak Adnan al-Zurufi sebagai perdana menteri negara ini dan karena mereka menolaknya, kemungkinan besar kabinetnya juga tidak akan mendapat suara di parlemen."

Parlemen Irak

"Masih belum ada konsensus mengenai nama-nama yang telah diusulkan sebagai pengganti al-Zurufi dan jika al-Zurufi mengundurkan diri, nama-nama kandidat baru akan diumumkan oleh kelompok-kelompok Syiah. Tetapi sekarang al-Zurufi belum memutuskan untuk mengundurkan diri dan terus bekerja untuk membentuk pemerintahan," tambah wakil DPR Irak ini.

Sebelumnya Fraksi Badar di Parlemen Irak kembali mengritik Adnan al-Zurufi sebagai perdana menteri.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk Baghdad Matthew Tueller mengklaim bahwa parlemen Irak tidak memilih Adnan al-Zurufi dan kabinetnya akan memiliki konsekuensi serius bagi Irak.

Adnan al-Zurufi ditunjuk oleh Presiden Irak Barham Salih pada 17 Maret untuk membentuk kabinet baru, tetapi penunjukkan itu ditentang keras oleh beberapa kelompok Syiah.

Beberapa kelompok Syiah percaya bahwa al-Zurufi bukanlah sosok yang mandiri dan bergantung pada aktor asing, terutama Amerika Serikat.