Transformasi Asia Barat 11 April 2020
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i80317-transformasi_asia_barat_11_april_2020
Transformasi Asia Barat selama beberapa hari terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai dalang teror terhadap komandan Hizbullah Lebanon.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 11, 2020 13:49 Asia/Jakarta
  • Pasukan Hizbullah Lebanon
    Pasukan Hizbullah Lebanon

Transformasi Asia Barat selama beberapa hari terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai dalang teror terhadap komandan Hizbullah Lebanon.

Selain itu pernyataan Ismail Haniyeh bahwa rezim Zionis harus memenuhi persyaratan Hamas tentang pembebasan tawanan, Gaza menyediakan tempat karantina untuk penderita virus corona, Irak tidak akan membiarkan AS memindahkan kedubesnya ke Ain Assad, perusahaan minyak AS di Basrah Irak dihantam rudal, dan Arab Saudi membajak kapal pengangkut sembako dan BBM ke Yaman.

 

Mohammed Ali Younes

Mossad Dalangi Teror Komandan Hizbullah

Sumber media Lebanon menduga adanya keterlibatan dinas intelijen rezim Zionis Israel Mossad dan orang bayarannya dalam teror terhadap komandan Hizbullah, Mohammed Ali Younes.

Hari Sabtu (4/4/2020) salah seorang komandan Hizbullah, Mohammed Ali Younes gugur diteror orang tak dikenal di selatan Lebanon.

Situs berita Lebanon, Al Junubiya menyinggung teror terhadap Mohammed Ali Younes dan menulis, pasukan perlawanan Islam, Hizbullah telah membuat batas di sekitar lokasi teror, dan sudah mendapatkan benang merah terkait pelaku pembunuhan tersebut karena kasus yang sedang ditangani Younes dinilai sangat sensitif.

Surat kabar Al Quds Al Arabi menulis, sampai sekarang belum terungkap apa motif teror Mohammed Ali Younes, tapi sikap Hizbullah yang mengucapkan duka cita dan selamat atas kesyahidan komandannya itu menunjukkan adanya kaitan antara teror dengan operasi keamanan.

 

Ismail Haniyeh

 

Haniyeh: Rezim Zionis Harus Penuhi Persyaratan Hamas !

Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh menyatakan kesiapan pihaknya untuk membebaskan para tahanan rezim Zionis dalam kerangka "pertukaran tahanan" hanya jika para pemimpin rezim Zionis menanggapi tuntutan gerakan Islam Palestina ini.

Kantor berita Safa melaporkan, Ismail Haniyeh dalam percakapan via telpon dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov hari Rabu (8/4/2020) menekankan perlunya menjaga kesehatan para tahanan Palestina  yang mendekam di penjara-penjara rezim Zionis.

Kantor biro Politik Hamas menyatakan, percakapan via telpon ini adalah bagian dari kontak politik dengan para pemimpin dunia untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina.

Sebelumnya, Yahya al-Sanwar, Kepala Biro Politik Hamas di Gaza mengatakan bahwa gerakan ini bersedia untuk melakukan pertukaran tahanan dengan rezim Zionis di tengah penyebaran virus corona, terutama memprioritaskan pembebasan tahanan Palestina yang berusia lanjut, sakit, perempuan dan anak-anak.

 

test virus corona

Atasi Penyebaran Corona, Gaza Sediakan Tempat Karantina

Lembaga-lembaga pemerintah di Jalur Gaza, Palestina, berhasil membangun 1.000 unit tempat karantina khusus untuk pasien Corona di tengah blokade penuh rezim Zionis.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Gaza, Eyad al-Bozom Jumat (10/4/2020) mengatakan para insinyur dan pekerja Gaza berhasil membangun 1.000 unit tempat karantina khusus dalam waktu dua minggu.

"Lokasi karantina ini dibangun di atas lahan seluas 27.000 ribu meter persegi di utara dan selatan Gaza; sebuah deerah yang jauh dari pemukiman penduduk," tambahnya.

Al-Bozom menjelaskan bahwa pembangunan tempat karantina khusus ini untuk menghadapi berbagai skenario perang melawan wabah Corona.

Gaza, lanjutnya, telah menyiapkan beberapa program alternatif jika tingkat infeksi virus Corona mencapai titik kritis. Sudah diputuskan bahwa semua orang yang masuk ke Gaza akan diarahkan ke lokasi karantina.

Al-Bozom meminta masyarakat internasional dan pihak-pihak lain untuk menekan Israel agar segera mengakhiri blokade Gaza dan menyelamatkan hampir 2 juta orang di tengah penyebaran wabah Corona.

Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa sejauh ini 266 warga Palestina telah terinfeksi virus Corona dengan dua kasus kematian.

 

Pangkalan militer AS di Irak, Ain Al-Assad

 

Irak Tidak akan Biarkan AS Pindahkan Kedubes ke Ain Assad

Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri Parlemen Irak mengatakan, norma diplomatik tidak mengizinkan Amerika Serikat memindahkan kedutaan besarnya dari Baghdad.

Amer Al Fayez mereaksi keras rencana pemindahan kedubes Amerika dari Baghdad ke pangkalan militer Ain Al Assad.

Kepada situs berita Al Malooma, Amer Al Fayez menuturkan, salah satu prinsip dalam aturan internasional, dan bagian dari norma diplomatik, kedubes negara asing tidak boleh berada di luar ibukota.

Ia menegaskan, menurut aturan tersebut, hanya konsulat jernderal milik kedutaan, dan perwakilan PBB dengan misi kemanusiaan yang bisa bermarkas di luar ibukota.

Menurut Al Fayez, informasi soal rencana Amerika untuk meyakinkan negara lain agar memindahkan kedubesnya ke pangkalan udara Ain Al Assad di Provinsi Al Anbar, tidak akurat, bahkan jika benar sekalipun, pemerintah Irak, berdasarkan hukum internasional, tidak akan mengizinkannya.

 

Instalasi minyak

Perusahaan Minyak AS di Basrah Irak Dihantam Rudal

Sumber keamanan Irak mengabarkan penembakan lima rudal ke salah satu perusahaan minyak Amerika Serikat di Basrah, selatan Irak.

Fars News (6/4/2020) melaporkan, sumber keamanan Iran kepada Baghdad Post, Senin (6/4) mengatakan, lima rudal ditembakkan ke perusahaan minyak Amerika, Halliburton di barat Provinsi Basrah, selatan Irak.

Menurut sumber tersebut, korporasi minyak Amerika ini bekerja di sumur-sumur minyak barat Basrah. Sumber keamanan lokal berhasil menemukan serpihak rudal yang ditembakkan, dan melakukan penyelidikan.

"Salah satu rudal meledak di dekat sumur minyak 20, yang merupakan salah satu sumur minyak terbesar di Irak," imbuhnya.

Di sisi lain, situs berita Shafaq mengutip sumber keamanan Irak juga menulis, saat insiden terjadi tidak ada satupun pekerja Amerika yang berada di lokasi tembakan, yang ada hanya pekerja Irak.

 

 Pelabuhan Al-Hudaydah

Saudi Membajak Kapal Pengangkut Sembako dan BBM ke Yaman

Koalisi agresor Arab Saudi telah membajak 17 kapal pengangkut minyak dan bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan rakyat Yaman.

Gerakan Ansarullah Yaman, Kamis (9/4/2020) menyatakan bahwa koalisi Saudi membajak 14 kapal pengangkut bahan bakar dan 3 kapal sembako di Djibouti meskipun telah mengantongi izin internasional.

Setelah sekjen PBB menyerukan gencatan senjata global di tengah pandemi Corona, koalisi Arab Saudi mengklaim telah menghentikan serangan ke Yaman yang menewaskan lebih dari 100.000 orang dan menyebabkan jutaan warga terancam kelaparan.

Namun, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree membantah klaim tersebut dan mengatakan koalisi Saudi tetap melanjutkan serangannya dan membombardir berbagai daerah di Yaman meskipun mengumumkan gencatan senjata.(PH)