Di Balik Kegagalan Pembentukan Kabinet Baru Zionis
Pasca kegagalan pembentukan kabinet baru rezim Zionis, sejumlah sumber menyebutkan Benjamin Netanyahu secara tidak langsung mengancam akan melancarkan kerusuhan jalanan jika pengadilan memutuskan pencopotan dirinya dari jabatan perdana menteri.
Setelah Gantz dan Netanyahu gagal membentuk kabinet koalisi, Presiden Rezim Zionis, Reuven Rivlin hari Kamis mengirim surat untuk mendesak anggota Knesset mencalonkan perdana menteri baru. Rivlin menulis, "Saya berharap anggota Knesset bisa mengambil suara mayoritas supaya kabinet dapat dibentuk secepat mungkin, sehingga pemilu putaran keempat tidak diadakan,".
Salah satu masalah paling penting dalam pembentukan kabinet baru Israel adalah perilaku Benjamin Netanyahu. Saat ini Netanyahu dililit banyak kasus korupsi. Sekitar satu setengah bulan lalu, kantor kejaksaan rezim Zionis mengajukan dakwaan kepada Netanyahu di pengadilan mengenai skandal suap, penipuan dan korupsi selama masa jabatannya. Kasus ini menjadi yang pertama kali dalam sejarah rezim Zionis ketika perdana menteri yang masih menjabat diseret ke meja hijau.
Pada awalnya, pengadilan terhadap Netanyahu dijadwalkan berlangsung pada 17 Maret lalu, tetapi pengadilan menundanya karena penyebaran virus corona. Kini, Netanyahu sedang mencoba untuk berkelit dari jeratan hukum dengan bersandar pada jabatan perdana menteri yang masih dicengkeramnya. Ia juga berusaha mendapatkan jaminan yang diperlukan dari perdana menteri selanjutnya supaya tidak dikirim ke penjara setelah masa jabatannya berakhir.
Tampaknya, Netanyahu memanfaatkan jaringan pendukungnya yang kompleks dalam struktur kekuasaan Israel, terutama di tubuh Knesset dan partai Likud, yang membuatnya sulit mundur dari jabatan perdana menteri.
Di Knesset, pendukung Netanyahu menghalangi pembentukan mayoritas suara 50 persen plus satu atau 61 kursi untuk mendukung saingannya demi mengamankan posisi Netanyahu. Di sisi lain, jaringan pendukung Netanyahu bekerja dengan baik di partai Likud.
Meskipun posisi Netanyahu di partai Likud terancam, tapi ia masih berhasil mengalahkan saingannya dalam pemilihan internal partai pada Desember lalu dan terus memimpin partai tersebut.
Kini, masalah persidangan Netanyahu kembali diangkat. Mereaksi masalah ini, Netanyahu mengancam akan melawan Mahkamah Agung Israel. Surat kabar Zionis Haaretz menulis, Benjamin Netanyahu yang menghadapi tiga kasus korupsi dalam dakwaan resmi yang diajukan ke pengadilan, mengancam akan melancarkan kerusuhan jalanan.
Perilaku Netanyahu dalam proses pembentukan kabinet, serta kasus-kasus korupsi yang melilitnya, menunjukkan bahwa Perdana Menteri rezim Zionis ini telah membentuk lapisan-lapisan kekuasaan tersembunyi yang menyelamatkan dirinya hingga saat ini.(PH)