Nasrullah: Larangan Hizbullah di Jerman Buah Tekanan AS dan Israel
-
Sayid Hassan Nasrullah
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah menyebut langkah pemerintah Jerman melarang aktivitas Hizbullah di negaranya dilakukan di bawah tekanan Amerika Serikat demi menyenangkan rezim Zionis.
Nasrullah hari Senin (4/5/2020) mengatakan Amerika Serikat sedang mengejar proyek hegemonik di kawasan Asia Barat dan Israel sedang menjalankan proyek pendudukannya di Palestina.
"Gerakan Hizbullah dikecam dan diboikot karena berdiri melawan konspirasi mereka [AS dan Israel]," ujar Nasrullah.
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menilai keputusan Jerman melarang aktivitas Hizbullah di negaranya sepenuhnya politis.
"Jerman tidak memberikan bukti bahwa Hizbullah melakukan kegiatan terorisme," tegas Nasrullah.
Sayid Nasrullah menekankan bahwa gerakan Hizbullah tidak memiliki organisasi afiliasi di Jerman dan Perancis.
Gerakan Hizbullah, tutur Nasrullah, telah berhenti menciptakan organisasi afiliasinya di seluruh dunia, terutama di negara-negara Eropa dan Amerika Latin selama bertahun-tahun.
Pemimpin gerakan Islam Lebanon ini juga menyinggung masalah Palestina sebagai isu utama bagi Hizbullah, dan tekanan apapun termasuk dari Jerman tidak akan mengubah arah dukungannya terhadap perjuangan bangsa Palestina.
"Keputusan Jerman terhadap Hizbullah justru akan semakin mendorong gerakan ini melanjutkan langkahnya di jalan perjuangan," pungkas Nasrullah.(PH)