Transformasi Asia Barat 6 Juni 2020
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i82045-transformasi_asia_barat_6_juni_2020
Transformasi Asia Barat selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai penentangan terhadap aneksasi Tepi Barat Sungai Jordan dan penundaannya hingga beberapa waktu.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 06, 2020 13:18 Asia/Jakarta
  • penangkapan remaja Palestina oleh tentara rezim Zionis
    penangkapan remaja Palestina oleh tentara rezim Zionis

Transformasi Asia Barat selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai penentangan terhadap aneksasi Tepi Barat Sungai Jordan dan penundaannya hingga beberapa waktu.

Selain itu, Israel membunuh lebih dari 3.000 anak Palestina sejak Intifada kedua, pertahanan udara Suriah berhasil mematahkan serangan rudal Israel, Saudi terus membombardir Yaman di tengah klaim gencatan senjata, laporan SANA mengenai penjarahan produk pertanian Suriah oleh Turki, dan sikap Irak yang tidak membutuhkan pasukan asing untuk menumpas teroris.

Menlu Qatar,   Mohammed bin Abdulrahman Al Thani

 

Qatar Menentang Rencana Israel Mencaplok Tepi Barat

Berbagai negara dunia, termasuk Qatar menentang rencana aneksasi Tepi Barat Sungai Jordan oleh rezim Zionis Israel.

Menteri Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan Doha menentang setiap keputusan rezim Zionis untuk mencaplok Tepi Barat, Palestina.

Mohammed Al Thani pada Selasa (2/6/2020) malam, mengatakan Doha menolak segala upaya rezim Zionis untuk mencaplok tanah Palestina yang diduduki.

Rezim Zionis berencana akan mencaplok beberapa bagian Tepi Barat, Palestina di bawah kesepakatan yang dicapai antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan sekutunya, Benny Gantz.

Menlu Qatar menuturkan Doha telah memberikan dukungan senilai 1,2 miliar dolar kepada Palestina selama delapan tahun terakhir dan kami akan melanjutkan dukungan kami kepada rakyat Palestina.

Dia juga menyuarakan keprihatinan atas penurunan kontribusi keuangan kepada Palestina di tengah pandemi virus Corona.

"Tantangan ini semakin sulit karena langkah-langkah yang diambil oleh rezim penjajah Israel," pungkasnya.

 

permukiman ilegal reim Zionis

 

Proses Aneksasi Tepi Barat oleh Zionis Tertunda

Salah satu menteri Israel yang dekat dengan Benjamin Netanyahu, mengatakan tindakan untuk mencaplok wilayah Tepi Barat akan tertunda untuk beberapa waktu.

Ze’ev Elkin, seperti dilaporkan televisi Rusiya al-Yaum, Senin (1/6/2020) menambahkan tanggal pelaksanaan aneksasi Tepi Barat akan tertunda untuk beberapa hari dan mungkin beberapa pekan.

"Penundaan ini terjadi karena menunggu terbentuknya komite pemetaan. Sekitar 30 persen dari luas total Tepi Barat akan dicaplok setelah komite bersama Israel-AS merampungkan pemetaan wilayah," ujarnya.

Situs televisi i24News Israel menyatakan para pejabat militer dan politik rezim Zionis secara serius belum membahas masalah aneksasi Tepi Barat. Militer Israel belum menerima peta, tanggal pelaksanaan, dan dokumen politik mengenai rencana tersebut.

Benjamin Netanyahu sebelum ini mengatakan bahwa Israel akan melaksanakan proses aneksasi beberapa bagian dari Tepi Barat pada 1 Juli 2020.

 

anak-anak Palestina ditangkap tentara rezim Zionis

Israel Bunuh Lebih dari 3.000 Anak Palestina sejak Intifada Kedua

Kementerian Informasi Palestina menyatakan para geng dan pemukim Zionis terus melakukan pelecehan terhadap anak-anak Palestina.

Dalam sebuah laporan pada Hari Internasional Perlindungan Anak, Kementerian Informasi Palestina mendokumentasikan pembunuhan hingga 3.090 anak-anak Palestina oleh tentara Zionis sejak Intifada Kedua pada tahun 2000.

Seperti dilaporkan Palestine al-Yawm, Selasa (2/6/2020), laporan tersebut mencatat sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan Quds sebagai ibukota rezim Zionis pada 6 Desember 2017 dan hingga akhir 2019, Israel telah membunuh 114 anak-anak Palestina, melukai ribuan lainnya, dan menahan lebih dari 17.000 anak.

Selama satu setengah tahun terakhir, militer Zionis menangkap 745 anak-anak Palestina di bawah usia 18 tahun. Israel menahan 264 anak-anak Palestina pada kuartal pertama tahun 2020.

Sekitar 95 persen anak-anak Palestina disiksa dan dilecehkan oleh pasukan Zionis selama penangkapan mereka yang biasanya dilakukan di tengah malam. Pasukan pendudukan menangkap setiap tahun hampir 700-1000 anak-anak Palestina dalam operasi di seluruh kota-kota Palestina.

Sejak awal Oktober 2015, pasukan Zionis telah mengintensifkan penangkapan terhadap anak-anak Palestina dan menahan sekitar 2.000 anak pada November 2016.

 

 

Pertahanan Udara Suriah Patahkan Serangan Rudal Israel

Kantor berita Suriah, Sana, Kamis (4/6/2020) malam mengabarkan, sistem pertahanan udara negara ini berhasil meledakkan sejumlah rudal musuh di langit Provinsi Hama.

Kantor berita Sana, mengutip stasiun televisi Suriah menulis, sejumlah rudal yang ditembakkan rezim Zionis Israel berhasil diledakkan di udara Provinsi Hama, Suriah.

Salah seorang sumber keamanan Suriah kepada stasiun televisi Al Mayadeen mengatakan, jet-jet tempur Israel yang masuk dari zona udara Lebanon, menyerang 4 target di Suriah, dan setelah melancarkan serangan, segera kembali ke tempatnya semula. 

Media-media Israel mengklaim serangan yang menargetkan fasilitas militer itu, menewaskan sembilan warga Suriah, dan menciptakan kerusakan parah. Namun klaim ini dibantah Sana, yang mengatakan serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Pemerintah Suriah berulang kali mengumumkan, Israel bersama sekutu-sekutu regionalnya, dan sejumlah negara Barat, mendukung kelompok-kelompok teroris Takfiri yang memerangi Damaskus.

Pasukan pemerintah Suriah beberapa kali menemukan, dan menyita persenjataan buatan Israel dari tangan teroris.

 

Pasukan Suriah

 

Militer Suriah Lancarkan Operasi Tumpas Teroris di Raqqa

Militer Suriah Rabu (03/06/2020) malam dilaporkan menyerang pos dan pusat konsentrasi teroris di wilayah Rauda di Provinsi Raqqa, utara negara ini.

Televisi al-Mayadeen melaporkan, militer Suriah mulai menghancurkan pusat dan markas utama kelompok teroris di wilayah ini.

Militer Suriah juga dilaporkan menjinakkan ranjau dan bahan peledak yang ditanam di wilayah ini.

Krisis Suriah meletus sejak tahun 2011 seiring dengan serbuan besar-besaran kelompok teroris dukungan Arab Saudi, Amerika Serikat dan sekutunya untuk mengubah konstelasi kawasan demi keuntungan rezim Zionis Israel.

Militer Suriah baru-baru ini dengan bantuan penasihat Republik Islam Iran dan dukungan Rusia berhasil mengakhiri berkas kelompok teroris Daesh di negara ini. Sementara itu, berbagai kelompok teroris lainnya mulai mengalami kekalahan.

 

Korban serangan Arab Saudi di Yaman

 

Saudi terus Bombardir Yaman di Tengah Klaim Gencatan Senjata

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan jet-jet tempur koalisi Arab Saudi menggempur lebih dari 250 kali berbagai daerah di Yaman selama pekan lalu.

Brigjen Saree Sabtu (6/6/2020) menambahkan jet-jet tempur Saudi selama pekan lalu menyerang Provinsi Ma’rib, Jawf, Sana’a, Hajjah, Amran, al-Bayda dan Sa’ada.

"Pasukan koalisi Saudi juga melakukan lebih dari 15 operasi penyusupan dan penyerangan di daerah Jawf, Ma'rib, Taez, Dhale, dan al-Bayda, tetapi berhasil dipatahkan oleh militer dan komite rakyat Yaman," ujarnya.

Brigjen Saree menjelaskan jumlah serangan udara koalisi Saudi mencapai 1.832 kali sejak 9 April lalu sampai sekarang, sementara operasi militer mereka mencapai 135 serangan.

Serangan Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman telah menewaskan lebih dari 16.000 orang, melukai puluhan ribu lainnya, dan membuat jutaan orang Yaman kehilangan tempat tinggal.

Agresi ini membuat Yaman menderita kekurangan akut terhadap bahan pangan dan obat-obatan.

 

گندم

ladang gandum

 

SANA: Turki Mulai Menjarah Produk Pertanian Suriah

Sumber lokal kepada kantor berita Suriah, SANA mengatakan pasukan dukungan Turki mulai melakukan penjarahan produk-produk pertanian Suriah.

Sebelumnya stasiun televisi Al Ikhbaria, Suriah mengabarkan, Turki mengirim puluhan mesin pemanen padi atau combine untuk menjarah produk pertanian Suriah.

Kantor berita resmi Suriah, SANA menyebut pasukan dukungan Turki sebagai tentara bayaran, dan mengatakan bahwa orang-orang bayaran itu menjarah gandum dari wilayah Abu Rasin di timur laut Suriah.

Pasukan Turki juga dikabarkan mengirim bahan bangunan ke Suriah, untuk membangun pangkalan militer di Abu Rasin.

 

Pasukan Irak

 

Irak Tidak Butuh Pasukan Asing untuk Tumpas Teroris

Komando Pusat Angkatan Bersenjata Irak menyatakan bahwa Irak sama sekali tidak membutuhkan pasukan asing dalam menumpas sisa-sisa teroris.

Juru bicara Komando Pusat Angkatan Bersenjata Irak, Yahya Rasul pada Selasa (2/6/2020) menambahkan para teroris masih beroperasi di banyak wilayah Irak dan pasukan keamanan sedang memerangi mereka.

“Tentara dan pasukan keamanan Irak dengan mengandalkan kekuatan militer dan kerja sama intelijen, akan memenangkan perang menumpas sisa-sisa teroris Daesh,” tegasnya.

Komando Pusat Angkatan Bersenjata Irak pada Selasa kemarin, memulai tahap kedua Operasi Abtal al-Iraq (Para pahlawan Irak) di wilayah utara negara itu.

Kegiatan sel-sel tidur Daesh meningkat di berbagai provinsi Irak dalam tiga bulan terakhir. Militer Irak telah melakukan puluhan operasi pembersihan wilayah di Provinsi Salahuddin, Diyala, dan Kirkuk.(PH)