Khalil: Turki Terlibat Penyelundupan Peninggalan Bersejarah Suriah
Menteri Kebudayaan dan Kepurbakalaan Suriah menyebut para pejabat Turki sebagai "penyelundup" barang-barang peninggalan budaya dan bersejarah Suriah.
Issam Khalil mengungkapkan hal itu dalam kunjungan ke kota bersejarah Tadmor (Palmyra) di Provinsi Homs, pusat Suriah. Demikian dilansir RIA Novosti, Jumat (6/5/2016).
Ia mengatakan, kelompok-kelompok teroris menjarah barang-barang peninggalan bersejarah Suriah dan menjualnya ke pasar gelap dengan bantuan pemerintah Turki.
Khalil menambahkan, pemerintah Ankara juga membantu para teroris mencuri minyak Suriah dan memindahkannya ke luar negara Arab ini.
Menteri Kebudayaan Suriah menegaskan, pemerintah Damaskus telah mengambil langkah antisipasi untuk mencegah pencurian barang-barang antik, oleh karena itu banyak peninggalan berharga telah dipindahkan ke tempat yang aman.
Ia juga menekankan tanggung jawab masyarakat internasional khususnya PBB terkait pengesahan sebuah resolusi mengenai larangan penjualan peninggalan sejarah yang dicuri dari Irak dan Suriah.
Kota Tadmor yang telah berhasil dibebaskan militer Suriah dari pendudukan kelompok-kelompok teroris, merupakan kota yang masuk ke daftar warisan dunia, UNESCO. (RA)