UEA, Mediator Normalisasi Hubungan Arab-Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i82353-uea_mediator_normalisasi_hubungan_arab_israel
Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Amerika Serikat, Yousef al-Otaiba dalam artikelnya di surat kabar Yedioth Ahronoth, mendukung proses normalisasi hubungan Arab dengan rezim Zionis Israel.
(last modified 2026-02-20T14:57:18+00:00 )
Jun 16, 2020 10:08 Asia/Jakarta

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Amerika Serikat, Yousef al-Otaiba dalam artikelnya di surat kabar Yedioth Ahronoth, mendukung proses normalisasi hubungan Arab dengan rezim Zionis Israel.

Dalam artikel dengan judul "It’s Either Annexation or Normalization," dia mengakui upaya para pejabat Abu Dhabi mendorong normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan Israel.

"Abu Dhabi dapat membuka pintu bagi rezim Zionis untuk menuju ke arah negara-negara Arab dan dunia," ucap al-Otaiba.

UEA adalah salah satu negara Arab yang memimpin proses normalisasi hubungan dengan Israel. Ada banyak bukti dalam hal ini, tetapi salah satu yang paling jelas adalah kehadiran Yousef al-Otaiba pada acara peresmian prakarsa rasis Kesepakatan Abad oleh Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.

Sekarang al-Otaiba menerbitkan artikel di surat kabar berbahasa Ibrani dan berbicara tentang dukungan untuk normalisasi hubungan dengan Tel Aviv. Perilaku al-Otaiba ini menunjukkan bahwa kebijakan UEA di hadapan Israel dipengaruhi oleh AS.

Dukungan UEA terhadap rezim Zionis tidak terbatas pada artikel al-Otaiba atau kehadirannya pada acara peresmian Kesepakatan Abad, tetapi baru-baru ini dua pesawat UEA mendarat di bandara Tel Aviv untuk mengangkut bantuan medis ke Palestina.

Pesawat pertama yang mendarat di bandara Tel Aviv tidak menggunakan logo apapun yang bisa dikenali, tetapi pesawat kedua tiba di tanah pendudukan dengan logo Etihad Airways, maskapai penerbangan nasional UEA.

Yousef al-Otaiba.

UEA mengklaim bantuan medis dikirim ke Palestina via bandara Tel Aviv, tetapi rakyat Palestina sendiri menolak menerima bantuan tersebut. Mereka berpendapat bahwa langkah Abu Dhabi ini bertujuan untuk menormalkan hubungan dengan Tel Aviv.

Manuver politik UEA dilakukan ketika rezim Zionis sedang merencanakan aneksasi beberapa bagian Tepi Barat ke dalam wilayah pendudukan dan rencana ilegal ini akan dilaksanakan pada 1 Juli 2020.

Rakyat Palestina sedang berjuang melawan rezim Zionis dan berupaya untuk mencegah aneksasi Tepi Barat, yang menjadi salah satu dari ketentuan Kesepakatan Abad yang didukung oleh negara-negara Arab, termasuk UEA. Jadi, perilaku UEA ini selain bentuk dukungan atas pendudukan tanah Palestina oleh Israel, juga merupakan pengkhianatan nyata terhadap Palestina.

Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Abdul Latif al-Qanou dalam mereaksi tulisan dubes UEA, menegaskan normalisasi hubungan ibarat belati beracun yang menikam rakyat Palestina dan pengorbanan mereka dari belakang.

"Normalisasi hubungan dengan penjajah adalah salah satu isu paling berbahaya yang disebutkan dalam Kesepakatan Abad dan bertujuan untuk menghancurkan perjuangan Palestina," ungkapnya.

Selain melakukan manuver politik, UEA berusaha memperluas hubungan dengan rezim Zionis di bidang keamanan dan kerja sama ekonomi. Situs Channel 2 Israel pada Mei 2016 menulis, "Sejumlah besar investor UEA terlibat dalam proyek konstruksi dan perumahan, dan bahkan dalam proyek Yahudisasi al-Quds al-Sharif." (RM)