Al-Jaafari: Dewan Keamanan PBB Menjadi Tempat Intervensi di Suriah
-
Bashar al-Jaafari, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah
Wakil Menteri Luar Negeri Suriah mengatakan bahwa negara-negara Barat mencoba menerapkan skenario bencana di Suriah melalui Dewan Keamanan PBB.
Menurut laporan kantor berita Suriah, SANA, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Bashar al-Jaafari melalui konferensi video di sidang Dewan Keamanan PBB hari Rabu (16/12/2020) mengatakan bahwa negara-negara Barat dengan menggoyahkan Suriah dan mendukung teroris, terus melanjutkan aksi pendudukan, pembunuhan, perusakan dan penjarahan kekayaan rakyat Suriah selama 10 tahun terakhir.
Mengkritik kehadiran pasukan AS di berbagai bagian Suriah dan dukungan mereka untuk kelompok teroris, al-Jaafari menambahkan bahwa pemerintah Turki juga telah menduduki Suriah utara dan barat laut dan sekarang memutus pasokan air bagi satu juta warga Suriah di al-Hasakah, dan membuat mereka menderita. Sementara negara-negara anggota NATO tetap diam dalam menghadapi kejahatan ini.
Merujuk pada serangan berulang Zionis Israel di wilayah Suriah dengan dukungan AS, al-Jaafari mengatakan, Mereka mencoba mengubah kondisi politik, hukum dan geografis Dataran Tinggi Golan Suriah, sebuah wilayah yang merupakan wilayah Suriah dan cepat atau lambat akan kembali ke Damaskus.
Krisis di Suriah dimulai pada tahun 2011 dengan serangan besar-besaran oleh kelompok teroris yang didukung oleh Arab Saudi, Amerika Serikat, dan sekutunya untuk mengubah persamaan regional yang mendukung rezim Zionis.