Ansarullah: Emirat lebih Baik Mundur dari perang Yaman
-
Mohammad al-Bukhaiti
Anggota Biro Politik Ansarullah Yaman merekomendasikan Uni Emirat Arab (UEA) untuk keluar dari perang Yaman.
"Uni Emirat Arab harus mengambil pelajaran dari apa yang dialami Qatar dan tidak mengikuti Riyadh," kata Mohammad al-Bukhaiti seperti dilaporkan FNA Sabtu (9/1/2021).
Lebih lanjut al-Bukhaiti menambahkan, sikap Qatar yang mengiringi Arab Saudi menginvasi Yaman tidak mencegah upaya Riyadh untuk melancakan kudeta terhadap pemerintah Doha ketika yakin akan sikap Amerika.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir pada Juni 2017 memutus hubungan diplomatiknya dengan Qatar dan mengklaim bahwa negara ini mendukung terorisme, namun klaim ini ditepis Doha.
Kedua negara tersebut menandatangani kesepakatan tentang krisis pada pertemuan Dewan Kerjasama Teluk Persia Selasa lalu.
Sekaitan dengan ini, Ketua Komite Nasional urusan tawanan di pemerintahan penyelamatan nasional Yaman, Abdulqadir al-Murtadha mengkonfirmasi sabotase anasir koalisi Saudi di pertukaran lebih dari 300 tawanan dan mengatakan, Saudi menghentikan proses perundingan lokal di Provinsi Marib untuk pertukaran tawanan.
Arab Saudi dengan dukungan Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara ini dari darat, udara dan laut. (MF)