Transformasi Asia Barat 22 Januari 2021
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i89808-transformasi_asia_barat_22_januari_2021
Transformasi Asia Barat selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai serangan teroris di Baghdad.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 22, 2021 16:26 Asia/Jakarta
  • Ledakan bom bunuh diri di Baghdad
    Ledakan bom bunuh diri di Baghdad

Transformasi Asia Barat selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai serangan teroris di Baghdad.

Selain itu isu lainnya tentang manuver militer yang digelar Israel dan UEA, rezim Zionis kembali melanggar zona udara Lebanon, Kuwait menolak normalisasi hubungan dengan Israel, lembaga HAM menyoroti vonis eksekusi mati terhadap empat remaja Saudi dan statemen Al Houthi yang menyatakan bahwa AS melabeli penentang imperalisme sebagai teroris.

 

Ledakan bom di Baghdad

 

Dua Ledakan Bom Bunuh Diri Guncang Baghdad

Dua ledakan bom bunuh diri mengguncang sebuah pasar di kota Baghdad pada hari Kamis, yang menyebabkan sedikitnya 32 orang tewas dan 110 lainnya cidera.

Juru bicara Koalisi Negara Hukum Irak, mengatakan informasi awal dari dinas-dinas keamanan Irak menunjukkan bahwa pelaku serangan bom bunuh diri di Baghdad adalah dua warga negara Arab Saudi.

Bahaa al-Din al-Nuri Kamis (21/1/2021), menuturkan jika keterlibatan Saudi dalam kejahatan tersebut terbukti, pemerintah Baghdad harus menyatakan bahwa Riyadh bersalah dalam kasus ini.

Kepolisian Provinsi Karbala telah meningkatkan langkah-langkah keamanan setelah pelaku bom bunuh diri menyerang sebuah pasar di Baghdad, Irak.

Dikutip dari laman Mawazin News, Kepolisian Karbala pada Kamis (21/1/2021) malam, memerintahkan personelnya untuk bersiaga penuh demi memastikan keamanan para peziarah.

Kantor Ayatullah Sistani mengutuk serangan teroris di Baghdad dan menyerukan pasukan keamanan untuk menggagalkan plot musuh terhadap rakyat Irak.

Kantor Ayatullah Sistani dalam statemen yang dikeluarkan pada Kamis malam menyatakan, "Sekali lagi, teroris biadab kembali melukai setiap hati nurani yang hidup dengan dua ledakan simultan yang menargetkan warga sipil tak bersalah di bundaran Al-Tayaran di kota tercinta Baghdad, menyebabkan puluhan gugur dan banyak lagi yang terluka,".

Dalam pernyataannya, Ayatullah Sistani menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban pemboman Baghdad dan menyerukan peningkatan upaya oleh badan keamanan yang kompeten untuk menjaga keamanan dan menggagalkan rencana musuh yang bersembunyi dalam aksi tersebut.

Hizbullah Lebanon mengutuk ledakan bom bunuh diri yang dlakukan teroris di Baghdad, dan menyebutnya sebagai aksi yang mencurigakan.

Hizbullah Lebanon hari Kamis (21/1/2021) menyebut pemboman terbaru di Irak sangat mencurigakan, terutama karena tuntutan untuk penarikan pasukan pendudukan AS sedang meningkat.

Hizbullah juga menekankan bahwa jawaban atas kejahatan biadab ini adalah kesadaran dan persatuan rakyat Irak dan komitmen mereka terhadap kebebasan dan kemerdekaan serta penentangannya terhadap kehadiran pasukan Amerika.

 

 

Israel dan UEA Gelar Manuver Militer Bersama

Untuk pertama kalinya sejak penandatangan kesepakatan damai, Uni Emirat Arab dan rezim Zionis Israel secara terbuka mengumumkan akan menggelar manuver militer udara bersama.

TV Alalam (16/1/2021) mengutip surat kabar Israel, Maariv melaporkan, UEA dan Israel beserta sejumlah negara Eropa dan Amerika akan menggelar manuver militer udara bersama.

Sementara itu, situs berita Arabi 21 menulis, manuver militer yang diikuti oleh Angkatan Udara Israel dan UEA itu akan diselenggarakan di Yunani dengan partisipasi AU Amerika, Kanada, Spanyol, Siprus, dan Slovakia.

UEA sebelumnya juga pernah mengikuti manuver bersama ini, namun karena takut diprotes, negara itu meminta agar tugasnya dipisahkan dari Israel, dan tidak ada dialog antara pilotnya dengan pilot rezim itu. Manuver militer terbaru digelar secara terbuka tanpa pembatasan apapun.

Menurut Maariv, pada manuver sebelumnya, UEA meminta agar manuver ini tidak terlalu dipublikasikan, dan Abu Dhabi melarang para pilotnya berfoto dengan pilot-pilot Israel.

UEA dan Israel pada Agustus 2020 menandatangani kesepakatan damai dengan mediasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

 

 

Lagi, Rezim Zionis Langgar Zona Udara Lebanon

Jet-jet tempur rezim Zionis kembali melanggar zona udara Lebanon.

Jet-jet tempur rezim Zionis melakukan beberapa penerbangan pengintaian di langit berbagai bagian Lebanon, termasuk Beirut, ibu kota negara Arab ini.

Meskipun Israel berulangkali melanggar zona udara Lebanon, tapi pasukan penjaga perdamaian PBB, UNIFIL tidak bereaksi terhadap pelanggaran kedaulatan tersebut.

Berdasarkan resolusi Dewan Keamanan no.1701 yang diadopsi setelah berakhirnya perang 33 hari antara Israel dengan Lebanon pada 2006, rezim Zionis tidak boleh melakukan tindakan konfrontasi terhadap Lebanon, tetapi selalu diabaikan dengan melanggar wilayah udara, darat, dan laut Lebanon.

 

Parlemen Kuwait

 

Kuwait Tolak Normalisasi Hubungan dengan Israel

Ketua Parlemen Kuwait, Marzouq al-Ghanim menekankan kembali sikap negaranya dalam menolak normalisasi hubungan dengan rezim Zionis Israel.

Hal itu diungkapkan al-Ghanim dalam pertemuan dengan Sekjen Komite Pusat Gerakan Fatah Palestina, Jibril Rajoub pada Rabu (20/1/2021), seperti dilaporkan laman al-Ahed.

"Kuwait akan tetap mendukung Palestina dan tidak akan memasuki tahap normalisasi hubungan dengan Israel," ucap al-Ghanim.

Dia menegaskan bahwa pendudukan tanah Palestina harus diakhiri, dan Kuwait menyambut persatuan nasional serta penyelenggaraan pemilu parlemen dan presiden di Palestina.

Pemerintah Kuwait berulang kali menekankan sikap negaranya terkait masalah Palestina dan menolak normalisasi hubungan dengan rezim Zionis.

Sejauh ini empat negara Arab yaitu Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko secara resmi menjalin hubungan diplomatik dengan Israel setelah mendapat tekanan dari Presiden AS Donald Trump.

Normalisasi hubungan empat negara Arab itu dengan Israel telah memicu penentangan yang luas di Dunia Islam.

 

 

 

Lembaga HAM Soroti Vonis Eksekusi Mati Empat Remaja Saudi

Kelompok hak asasi manusia di Arab Saudi telah menyatakan keprihatinannya atas nasib empat remaja Saudi yang divonis hukuman mati dan hingga kini keputusan ini belum dibatalkan.

Reuters hari Selasa (19/1/2021) melaporkan, dua orang remaja Arab Saudi, Ali al-Nimr dan Dawood al-Marhoun ditangkap di tahun 2012 pada usia 17 tahun atas tuduhan berpartisipasi dalam protes massa.

Selain itu, Abdullah al-Zahir dan Mohammad al-Faraj yang berusia 15 tahun pada saat penangkapannya dengan tuduhan ikut serta dalam aksi protes, dijatuhi vonis hukuman mati.

Organisasi HAM internasional telah berulang kali mengkritik tindakan keras terhadap kebebasan berekspresi, dan tingginya eksekusi mati maupun pemenjaraan para pengunjuk rasa dan aktivis hak asasi manusia di Arab Saudi.

Organisasi-organisasi HAM internasional menyebut Arab Saudi sebagai salah satu rezim pelanggar utama hak asasi manusia di dunia.

 

 

Mohammed Ali Al-Houthi

 

Al Houthi: AS Labeli Penentang Imperalisme sebagai Teroris

Kepala Dewan Tinggi Revolusi Yaman, Mohammed Ali Al Houthi menyatakan bahwa Amerika Serikat melabeli siapa pun yang menentang sepak terjang imperialisme di dunia dengan sebutan teroris.

Mohammed Ali Al-Houthi hari Selasa (19/1/2021) mengatakan, "Nama-nama organisasi seperti Hamas, Hizbullah, dan Jihad Islam ditempatkan dalam daftar terorisme AS, karena gerakan-gerakan ini selalu menyatakan penentangannya terhadap kebijakan permusuhan AS,".

"Amerika Serikat berinteraksi dengan rezim manapun yang menerima plot dan kebijakannya, bahkan jika itu adalah penjahat teroris terbesar dan imperialis seperti Israel," tegasnya

Pada 10 Januari 2021, Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan keputusannya untuk menyebut gerakan Ansarullah sebagai teroris dan menjatuhkan sanksi kepada para pemimpinnya. Tindakan AS ini memicu kecaman dari  pejabat dan masyarakat Yaman.(PH)