Mufti Suriah Tegaskan Kelanjutan Perlawanan terhadap Musuh
Mufti Agung Suriah menekankan kelanjutan perlawanan umat Muslim dunia untuk mencapai cita-cita mereka khususnya pembebasan al-Quds dan Palestina.
Sheikh Ahmad Badreddin Hassoun menegaskan hal itu dalam acara mengenang Syahid Mustafa Badreddine, komandan senior Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) yang digelar di Damaskus, ibukota Suriah, Sabtu (14/5/2016).
"Tujuan utama Muqawama (perlawanan) adalah al-Quds dan Palestina, dan tidak akan menyimpang dari jalur ini," kata Sheikh Hassoun ketika menegaskan pentingnya persatuan negara-negara poros Muqawama, seperti dikutip jaringan televisi al-Manar.
Ia menambahkan, kami di Suriah, Lebanon, Iran dan Palestina mengumumkan kepada semua masyarakat dunia dan umat Islam bahwa kami adalah umat yang bergerak di jalur Nabi Muhammad Saw dan kami tidak meminta imbalan dari siapapun.
"Suriah tidak akan pernah melupakan Mustafa Badreddine. Muqawama akan tetap kokoh dan Suriah tetap menjadi sandaran kemuliaan dan kehormatan Islam," tegasnya.
Hizbullah pada Sabtu mengumumkan bahwa ledakan besar yang merenggut nyawa Syahid Badreddine disebabkan serangan artileri kelompok teroris Takfiri ke tempat tinggalnya di dekat bandara Damaskus, ibukota Suriah.
Badreddine memiliki sejarah panjang dalam perlawanannya terhadap rezim Zionis Israel dan ia juga mempunyai posisi khusus dalam berbagai operasi melawan rezim penjajah al-Quds ini.
Selama bertahun-tahun, Dinas Intelijen Israel berusaha meneror komandan senior Hizbullah tersebut, namun gagal. (RA)