Diancam G7 Soal Sanksi, Rusia Balas Mengancam
Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengatakan, proposal perpanjangan sanksi Moskow terhadap Barat untuk satu tahun ke depan akan diserahkan kepada Presiden Vladimir Putin.
Ia menyampaikan hal itu pada Jumat (27/5/2016) setelah para pemimpin G7 di akhir pertemuannya di Jepang, mengancam akan memperpanjang sanksi terhadap Rusia. Demikian dikutip kantor berita IRNA.
"Pihaknya akan mengusulkan perpanjangan sanksi terhadap Barat untuk satu tahun ke depan kepada Presiden dan pemerintah sedang menyusun langkah-langkah untuk membalas sanksi anti-Rusia," tegas Medvedev.
Ia menambahkan pemerintah Rusia akan mengusulkan perpanjangan sanksi terhadap Barat sampai akhir tahun 2017.
Sebelumnya, para pemimpin G7 mengancam akan terus memberlakukan sanksi anti-Rusia jika negara itu tidak melaksanakan perjanjian Minsk, yang bertujuan mengakhiri krisis Ukraina.
Meski demikian, para anggota Kelompok Tujuh percaya tentang urgensitas untuk mempertahankan dialog dengan Moskow. Sanksi dapat diangkat dari Rusia ketika negara itu menjalankan kewajibannya berdasarkan perjanjian Minsk.
Mereka juga mengatakan bahwa sanksi terhadap Rusia bisa diperketat, jika diperlukan.
Moskow pada Agustus 2014 melarang impor produk pertanian dan bahan pangan dari Barat dalam merespon sanksi Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Rusia terkait krisis Ukraina. (RM)