Menimbang Janji Taliban kepada Masyarakat Internasional
https://parstoday.ir/id/news/world-i105016-menimbang_janji_taliban_kepada_masyarakat_internasional
Taliban menyerukan dukungan negara-negara dunia terhadap pemerintahan sementara yang baru dibentuknya, dan berjanji akan menjalin hubungan baik dengan masyarakat internasional.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 17, 2021 05:05 Asia/Jakarta
  • Menimbang Janji Taliban kepada Masyarakat Internasional

Taliban menyerukan dukungan negara-negara dunia terhadap pemerintahan sementara yang baru dibentuknya, dan berjanji akan menjalin hubungan baik dengan masyarakat internasional.

Kelompok Taliban menekankan bahwa kepentingan Afghanistan selaras dengan kepentingan masyarakat internasional.Pernyataan Taliban yang disampaikan juru bicaranya demi mengejar tujuan menerima bantuan ekonomi dan keuangan internasional.

Tampaknya, Taliban berusaha menunjukkan dirinya telah menjauhkan diri dari wajah lamanya selama dua dekade terakhir yang bersimbah darah. Tetapi dari perspektif komunitas internasional, bahkan di Afghanistan sendiri, perilaku dan tindakan Taliban saat ini, terutama komposisi kabinetnya belum memberikan dasar bagi interaksi konstruktif dengan komunitas internasional.

Taliban selama ini berjanji akan membentuk pemerintahan inklusif, tetapi dalam praktiknya bukan hanya tidak mengimplementasikannya, tetapi juga memblokir media, ruang politik dan budaya masyarakat dengan caranya sendiri yang cenderung memaksakan penegakkan syariah versinya.

Kalangan internasional telah berulang kali menyatakan bahwa perilaku Taliban adalah dasar pandangan masyarakat internasional tentang posisinya di arena politik Afghanistan. Jika tidak, kelompok tersebut akan menghadapi kemungkinan sanksi yang secara serius akan merusak pemerintahannya.

Pengamat politik Afghanistan, Asif Ashna mengatakan, "Warga Afghanistan telah tumbuh secara signifikan dalam dua dekade terakhir dari sisi politik, ekonomi dan pembangunan manusia. Tetapi Taliban mengabaikan mereka dengan terus menekankan dimensi ideologis pemerintahnya, yang kurang bisa diterima masyarakat Afghanistan dan publik internasional,".

Pengakuan berbagai kelompok politik, etnis, dan agama Afghanistan, bersama dengan penghormatan terhadap hak-hak perempuan dan kebebasan media serta kegiatan sipil, merupakan salah satu mekanisme kerja sama domestik, regional, dan internasional dengan Taliban.

Hingga kini Taliban belum membuka celah untuk pembagian kekuasaan yang melibatkan partisipasi kelompok etnis dan agama. Oleh karena itu, kelanjutan kabinetnya yang tidak disetujui oleh kelompok domestik mana pun, tidak dapat menciptakan daya tarik bagi kalangan internasional untuk bekerja sama dengan Taliban.

 

Protes perempuan Afghanistan terhadap Taliban

 

Fakta ini mengindikasikan persyaratan pemerintahan dan perangkat pendukung kehidupan di abad ke-21 sangat berbeda dengan kondisi kehidupan dua dekade sebelumnya. Kini banyak pekerjaan dilakukan melalui Internet dengan melibatkan banyak kalangan muda baik pria maupun wanita yang dibesarkan di universitas dan pusat-pusat pendidikan.

Dengan demikian, Taliban tidak hanya merampas hak masyarakat Afghanistan dari pendidikan dan pekerjaan melalui kontrol ketat atas nama label agama yang dipahaminya secara sempit.

Narges Etemad, seorang perempuan Afghanistan yang mendalami masalah politik negaranya menilai perilaku Taliban saat ini tidak berubah dari sebelumnya. Ia mengatakan, "Tidak ada perubahan perilaku Taliban dibandingkan dengan masa lalu. Padahal Taliban harus terlebih dahulu menarik perhatian rakyat Afghanistan daripada masyarakat internasional. Sebab pengakuan publik internasional tidak akan tercapai tanpa menghormati hak-hak rakyat Afghanistan sendiri,".

Bagaimanapun, penekanan Taliban pada keterlibatan konstruktif dengan komunitas internasional sangat menjanjikan. Tetapi dalam praktiknya itu harus dibuktikan  dengan membangun kepercayaan publik domestik dan internasional terhadap pemerintahan yang baru dibentuknya.(PH)