Gorbachev: Senjata Nuklir tidak Menjamin Perdamaian
https://parstoday.ir/id/news/world-i109104-gorbachev_senjata_nuklir_tidak_menjamin_perdamaian
Mantan Pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev menyerukan demiliterisasi kebijakan global dan menolak klaim bahwa senjata nuklir dapat menjamin perdamaian dan keamanan.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Nov 16, 2021 21:40 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi senjata nuklir.
    Ilustrasi senjata nuklir.

Mantan Pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev menyerukan demiliterisasi kebijakan global dan menolak klaim bahwa senjata nuklir dapat menjamin perdamaian dan keamanan.

Hal itu disampaikan Gorbachev dalam sebuah pesan untuk para peserta konferensi Aliansi Global Pemimpin untuk Keamanan Nuklir dan Dunia Bebas Senjata Nuklir yang dilaksanakan di Nursultan, ibu kota Kazakhstan, Senin (15/11/2021).

Berbicara tentang ancaman global seperti pandemi Corona, kemiskinan, kekurangan air, dan pemanasan global, Gorbachev menyarankan untuk meninjau ulang pemahaman tentang konsep keamanan, yang sampai sekarang terbatas pada aspek militer.

"Semua upaya untuk menciptakan keamanan yang lebih baik akan gagal jika pemerintah terus membuang uang dalam jumlah besar untuk perlombaan senjata, khususnya perlombaan senjata nuklir," ucapnya seperti dilansir IRNA.

Dia mencatat para pendukung deterensi nuklir berpendapat bahwa ia akan menjadi perlindungan perdamaian dan keamanan. "Saya berkata kepada mereka, klaim bahwa senjata nuklir akan menyelamatkan perdamaian sama saja dengan mengulangi mitos yang berbahaya," tambahnya.

Gorbachev mengenang kembali bahwa senjata nuklir telah menjadi akar penyebab krisis Karibia pada tahun 1962.

Rusia, Amerika Serikat, Prancis, Inggris, dan Cina adalah kekuatan nuklir yang memiliki senjata nuklir. India dan Pakistan serta rezim Zionis juga mengembangkan senjata nuklir.

Israel menyimpan lebih dari 400 hulu ledak nuklir di gudang senjatanya dan tidak mengizinkan pihak mana pun, terutama Badan Energi Atom Internasional (IAEA), untuk memeriksa fasilitas nuklir mereka, termasuk reaktor Dimona. (RM)