Meski Diperingatkan Rusia, Ukraina Tetap Gunakan Drone di Donetsk
-
Tentara Republik Rakyat Donetsk.
Dua tentara tewas setelah drone pasukan keamanan Ukraina menjatuhkan bom di Republik Rakyat Donetsk, bagian timur negara itu.
Seperti dilansir Sputniknews, drone Ukraina menjatuhkan bom di dekat terminal transportasi publik pada Sabtu (11/12/2021). Bom itu tidak meledak dan tentara datang untuk menjinakkannya.
Namun, ketika operasi sedang berlangsung, sebuah ledakan terjadi yang menyebabkan satu tentara tewas dan seorang rekannya terluka.
"Satu tentara tewas seketika dan seorang lainnya terluka oleh ledakan. Sayangnya, ia juga meninggal di rumah sakit pagi ini," kata seorang pejabat Donetsk.
"Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat para pahlawan yang terbunuh," sambungnya.
Serangan itu terjadi ketika perwira tinggi militer Rusia pada hari Kamis, memperingatkan Ukraina agar tidak mencoba merebut kembali daerah yang dikuasai pemberontak dengan kekuatan.
Jenderal Valery Gerasimov, Kepala Staf Gabungan Militer Rusia, mengatakan Moskow akan "menekan" setiap upaya semacam itu.
"Angkatan Bersenjata Ukraina menyatakan telah memulai penyebaran sistem rudal anti-tank milik AS dan drone buatan Turki. Langkah ini memperburuk situasi yang telah tegang di timur negara itu," ujarnya.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan atas pengerahan pasukan Rusia di dekat perbatasan dengan Ukraina. Hal ini memicu kekhawatiran Ukraina dan Barat akan kemungkinan invasi.
Sejak April 2014, pemerintah Ukraina melakukan operasi militer terhadap daerah Donetsk dan Lugansk yang mengumumkan pemisahan diri.
Upaya perdamaian telah dibahas dalam berbagai format, termasuk Grup Kontak di Minsk, yang mengadopsi tiga dokumen untuk mengakhiri konflik. Namun demikian, pertempuran di wilayah tersebut terus berlanjut. (RM)