Perkembangan Penyebaran Omicron di Asia Tenggara
Virus Corona varian Omicron telah masuk ke negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Thailand jadi negara dengan laporan kasus varian Omicron terbanyak, yaitu 205 kasus.
Bangkok Post mencatat ada lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron di Thailand pekan ini. Jumlah kasus varian Omicron naik dari 154 pada Rabu (22/12) menjadi 205 kasus pada Jumat (24/12).
Peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron juga terjadi di Singapura. Negeri Singa melaporkan 98 kasus varian Omicron pada Sabtu (25/12), naik 16 kasus dari hari sebelumnya.

Sebagian besar kasus Covid-19 varian Omicron di Singapura berasal dari luar negeri. Hanya 25 kasus yang merupakan penularan lokal.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan 62 kasus Covid-19 varian Omicron per Jumat (24/12). Sebanyak 61 kasus berasal dari luar negeri, sedangkan satu kasus masih dalam penelusuran.
Indonesia mencatat 11 kasus Covid-19 varian Omicron baru kemarin. Total kasus varian baru itu mencapai 19 orang. Seluruh kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia merupakan kasus impor. Kementerian Kesehatan belum melaporkan penularan lokal varian Omicron.
Sementara itu, Kamboja melaporkan 8 kasus, Filipina 3 kasus, dan Brunei Darussalam baru mengumumkan satu kasus. Adapun Vietnam, Myanmar Laos, dan Timor Leste belum mengumumkan kasus Covid-19 varian Omicron hingga saat ini.

Hingga pekan ini, setidaknya 79 negara telah melaporkan kasus Covid-19 varian Omicron. Varian ini diyakini menjadi pemicu lonjakan kasus di sejumlah negara.
Pemerintah Indonesia mengambil sejumlah langkah preventif untuk menekan potensi penularan lokal varian Omicron. Salah satunya dengan menutup sebagian area di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, tempat kasus pertama Omicron di Indonesia.
Pemerintah juga melarang kedatangan warga negara asing dari Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Leshoto, Mozambik, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia, Inggris, Denmark dan Norwegia. Jika ada warga negara Indonesia yang datang dari negara-negara tersebut, maka wajib isolasi selama 14 hari.

Lebih dari 4.000 penerbangan di seluruh dunia dibatalkan selama akhir pekan Natal akibat lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.
Pada Jumat (24/12/2021), atau Malam Natal, maskapai penerbangan komersial di seluruh dunia membatalkan setidaknya 2.314 penerbangan.
Menurut FlightAware.com, pada Sabtu (25/12/2021) atau Hari Natal, 1.404 penerbangan telah dibatalkan di seluruh dunia. 340 penerbangan juga dibatalkan untuk Minggu (26/12/2021).
Lalu lintas udara komersial di AS dan dalam atau ke luar berkontribusi sekitar seperempat dari semua penerbangan yang dibatalkan selama akhir pekan Natal.
Salah satu maskapai penerbangan AS pertama yang melaporkan gelombang pembatalan liburan Natal adalah United Airlines dan Delta Air Lines.
Kedua maskapai ini menghapus hampir 280 penerbangan pada Jumat saja, dengan alasan kekurangan personel di tengah lonjakan infeksi Covid-19.
Kasus Covid -19 telah melonjak di AS dalam beberapa hari terakhir karena varian Omicron yang sangat menular.
Di Inggris, kasus Covid-19 melonjak drastis sehingga bila diperbandingkan, satu dari 20 warga London terinfeksi virus corona.
Pada Jumat, Inggris melaporkan rekor 122.186 kasus baru sekaligus menandai hari ketiga di mana jumlah kasus yang diketahui telah melampaui 100.000.
Perancis juga melaporkan rekor kasus Covid-19 setelah adanya lebih dari 94.000 kasus virus corona pada Jumat.
Kasus rawat inap akibat Covid-19 juga mencapai level tertingginya dalam tujuh bulan terakhir.
Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mengadakan pertemuan khusus yang dapat memicu tindakan pembatasan yang lebih ketat.
Organisasi Kesehatan Dunia mengidentifikasi varian Omicron sebagai jenis virus Corona kelima yang paling meresahkan dan menyebar di lebih dari 89 negara dunia.(PH)