Ulama Sunni Iran: Kami tidak Memiliki Batasan dalam Menyampaikan Pandangan Kami
https://parstoday.ir/id/news/iran-i184558-ulama_sunni_iran_kami_tidak_memiliki_batasan_dalam_menyampaikan_pandangan_kami
Pars Today – Sekretaris Jenderal Forum Internasional Pendekatan Antar-mazhab, bersama sejumlah ulama Ahlusunah Iran, melakukan pertemuan dan dialog dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Malaysia.
(last modified 2026-01-24T12:01:51+00:00 )
Jan 24, 2026 18:54 Asia/Jakarta
  • Hujjatul Islam Shahriari dan  Dato’ Johari bin Abdul, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Malaysia
    Hujjatul Islam Shahriari dan Dato’ Johari bin Abdul, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Malaysia

Pars Today – Sekretaris Jenderal Forum Internasional Pendekatan Antar-mazhab, bersama sejumlah ulama Ahlusunah Iran, melakukan pertemuan dan dialog dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Malaysia.

Hujjatul Islam Shahriari, Sekretaris Jenderal Forum Internasional Pendekatan Antar-mazhab, bersama sejumlah ulama Ahlusunah Iran, bertemu dan berdialog dengan Dato’ Johari bin Abdul, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Malaysia. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Parlemen Malaysia menilai kehadiran bersama para ulama Syiah dan Ahlusunah di Malaysia sebagai hal yang penting, seraya menyatakan bahwa kehadiran ini dapat menampilkan gambaran yang jelas tentang koeksistensi damai antara Syiah dan Ahlusunah di Republik Islam Iran kepada masyarakat Malaysia dan dunia.

 

Menurut laporan Pars Today, Hujjatul Islam wal Muslimin Hamid Shahriari juga memperkenalkan Forum Internasional Pendekatan Antar-mazhab, menjelaskan sejarah pendirian serta tujuan-tujuannya, dan menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif lembaga serta organisasi Malaysia dalam Konferensi Persatuan Umat Islam dan Palestina.

 

Selain itu, sejumlah ulama Ahlusunah Iran dengan menyinggung kondisi yang baik komunitas Ahlusunah di Republik Islam Iran menyatakan bahwa Ahlusunah di Iran memiliki sekitar 18.000 masjid dan 600 madrasah keagamaan. Angka ini mencerminkan peningkatan signifikan aktivitas keagamaan Ahlusunah setelah kemenangan Revolusi Islam.

 

Mereka menegaskan bahwa para imam Jumat dan khatib Ahlusunah di Iran menikmati kebebasan penuh dalam menyampaikan pandangan dan pendapat mereka, tanpa adanya pembatasan dalam hal tersebut. Mereka juga menekankan perhatian khusus Pemimpin Revolusi Islam terhadap urusan Ahlusunah di Iran, serta meminta para pejabat Malaysia agar tidak terpengaruh oleh propaganda negatif dan rekayasa media musuh-musuh Republik Islam Iran. (MF)