Mantan Menhan AS Beberkan Motif Teror Syahid Soleimani
Mantan Menteri Pertahanan Mark Esper mengungkapkan bahwa pembunuhan mantan komandan Brigade Quds Korps Garda Revolusi Islam dilakukan dengan tujuan untuk mendulang dukungan suara Trump dalam pemilu presiden 2020.
The Guardian dalam sebuah laporan Jumat (6/5/2022) malam mengungkapkan bahwa mantan Menteri Pertahanan AS, Mark Esper dalam buku barunya membeberkan motif pembunuhan tokoh penting militer Iran.
Dalam buku berjudul "A Sacred Oath", Esper menggambarkan gagasan pembunuhan Syahid Soleimani sebagai langkah sangat buruk dengan konsekuensi yang luas, dan menulis bahwa Jenderal Mark Milley selaku Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS di era Trump berpikir bahwa keputusan ini hanyalah kepentingan politik Trump semata.
Buku A Sacred Oath, yang merupakan memoar Mark ESper dari masa menjabat sebagai menteri pertahanan di era pemerintahan Trump, dijadwalkan akan diluncurkan secara resmi pada 10 Mei 2022. Tapi The Guardian mengklaim telah memperoleh salinan buku tersebut.
Menurut Guardian, di sepanjang buku itu, Mark ESper mencoba menggambarkan dirinya sebagai orang bijak yang menolak ide-ide Trump yang tidak masuk akal, seperti pembunuhan Letjen Syahid Soleimani.
The Guardian menulis bahwa Trump menjadikan permusuhan terhadap Tehran sebagai bagian penting dari rencananya untuk memenangkan pemilu presiden AS kembali. Salah satu tindakan paling kontroversial Donald Trump adalah memerintahkan pembunuhan Syahid Soleimani.(PH)