Ledakan Granat Bayangi Penyelenggaraan Pemilu di Filipina
Sebanyak lima granat meledak di luar tempat pemungutan suara pemilihan umum di wilayah selatan Filipina kemarin yang menyebabkan sembilan orang terluka.
AFP melaporkan, kepolisian Filipina menuturkan serangan granat itu terjadi pada Minggu (8/5) malam di Datu Unsay, Pulau Mindanao.
Pulau Mindanao selama ini menjadi tempat bagi kelompok bersenjata dan pemberontak Filipina.
Polisi mengatakan para korban luka telah melakukan perjalanan jauh dari pegunungan terpencil untuk memberikan suara di tempat pemungutan.Selang beberapa menit, sebuah granat lainnya meledak di wilayah tetangga, Shariff Aguak, meski tak menyebabkan korban.
"Memang ada kebiasaan dari warga untuk turun (ke balai kota) lebih awal dari desa mereka di pegunungan yang terletak delapan sampai 12 jam berjalan kaki," kata juru bicara kepolisian Provinsi Maguindanao, Roldan Kuntong.
Seorang juru bicara Komisi Pemilihan Umum Filipina mengatakan telah berupaya memverifikasi apakah ledakan granat pada Minggu malam itu terkait dengan pemilu hari ini.
Pada 2009, Maguindanao menjadi tempat kekerasan politik paling mematikan di negara itu. Sebanyak 58 orang tewas dibantai kelompok bersenjata yang diduga bekerja untuk seorang panglima perang lokal untuk menghentikan saingannya mengajukan pencalonan kepala wilayah setempat.(PH)