Uni Eropa Tuduh Rusia Gunakan Pangan sebagai Senjata
https://parstoday.ir/id/news/world-i127126-uni_eropa_tuduh_rusia_gunakan_pangan_sebagai_senjata
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa menuduh Rusia menggunakan pangan sebagai senjata.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Aug 13, 2022 09:34 Asia/Jakarta
  • Uni Eropa Tuduh Rusia Gunakan Pangan sebagai Senjata

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa menuduh Rusia menggunakan pangan sebagai senjata.

Sejak gandum melonjak harganya pada bulan Maret karena konflik militer antara Rusia dengan Ukraina, harga produk pertanian ini kini telah berkurang setengahnya.

Sejak penandatanganan perjanjian antara Moskow dan Kiev, dengan mediasi Turki dan PBB, terjadi penurunan harga gandum dan biji-bijian di pasar global. Rusia dan Ukraina adalah pemasok biji-bijian terbesar di dunia dan memasok sekitar sepertiga dari kebutuhan dunia.

Sejauh ini, 10 gelombang pengiriman biji-bijian telah meninggalkan pelabuhan Ukraina menuju pasar dunia. Pengiriman biji-bijian pertama Ukraina meninggalkan pantai Odessa menuju Lebanon pada tanggal 5 Agustus dengan membawa 26.000 ton jagung.

Josep Borrell, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa di akun Twitternya hari Jumat (12/8/2022) mengatakan, "Rusia menggunakan makanan sebagai senjata dan memperburuk kelaparan di seluruh dunia. Berkat perjanjian Istanbul, Ukraina kembali bisa mengirim gandumnya."

"Rusia harus menghormati komitmennya sehingga ekspor Ukraina dapat terus menjangkau mereka yang membutuhkannya, terutama Afrika," kata pejabat kebijakan luar negeri Uni Eropa.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Jumat mengkritik ilusi negara-negara Barat tentang ketahanan pangan dunia.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan,"Sayangnya, tidak ada satu kapal pun yang membawa gandum Ukraina pergi ke negara-negara Afrika. Sebagian besar dari mereka pindah ke pelabuhan negara-negara barat dan kargo mereka tidak hanya gandum, tetapi juga biji-bijian dan minyak bunga matahari. Perilaku ini bertolak belakang dengan klaim kepedulian negara-negara Barat terhadap ketahanan pangan dunia,".(PH)