Korsel akan Paksa Korut Tinggalkan Program Nuklir
Presiden Korea Selatan Park Geun-hye, menekankan tekadnya untuk memaksa Korea Utara meninggalkan senjata nuklir melalui sanksi dan tekanan.
Dalam pertemuan dengan sekitar 80 komandan militer pada Kamis (23/6/2016), Park mengatakan, "Kami tidak akan pernah memaafkan provokasi Korut yang mengancam stabilitas dan perdamaian di Semenanjung Korea, dan dalam bekerjasama dengan masyarakat internasional, kami akan terus menerapkan sanksi yang ketat dan tekanan sampai Korut mengambil jalan perubahan."
"Saya meminta militer untuk tetap siap guna melawan segala tindakan provokasi potensial," tegas Park seperti dikutip kantor berita Yonhap.
Pada hari Rabu, Park juga menegaskan bahwa peluncuran rudal oleh Korut adalah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang negara itu melakukan setiap uji coba, yang menggunakan teknologi rudal balistik.
Presiden Korsel menyebut program rudal jarak jauh Korut sebagai "provokasi serius" yang mengancam perdamaian di Semenanjung Korea dan kawasan.
Dia juga memperingatkan bahwa Korut akan menghadapi isolasi internasional yang lebih luas jika terus mengejar kemajuan program nuklir dan rudalnya. (RM)