Mayoritas Warga AS Khawatir Serangan Teror Baru
Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa kekhawatiran atas serangan teroris di tengah warga Amerika berada pada titik tertinggi sejak tahun 2003.
Menurut hasil survei CNN/ORC yang dirilis Jumat (24/6/2016) mencatat bahwa sebanyak 71 persen warga Amerika mengatakan serangan terorisme sangat atau agak mungkin akan terjadi di AS dalam beberapa minggu ke depan.
Kekhawatiran tentang serangan teror di AS belum pernah sebesar ini sejak Maret 2003, ketika negara itu melancarkan serangan ke Irak.
Hampir tiga perempat warga Amerika mengatakan bahwa serangan individu jauh lebih berbahaya daripada serangan yang dilakukan oleh kelompok teroris. Hanya 23 persen yang menganggap serangan terorganisir sebagai ancaman yang lebih berbahaya.
Penjualan senjata di AS dilaporkan meningkat tajam pasca penembakan di Orlando. Produsen senjata AS, Smith & Wesson menyatakan sukses menjual 30 ribu pucuk senapan AR-15 hanya dalam satu minggu setelah peristiwa tersebut. (RM)