Borrell: Eropa akan Hadapi Musim Dingin Sulit
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengungkapkan bahwa Eropa akan menghadapi musim dingin yang sulit.
Sejak Rusia melancarkan operasi militer ke Ukraina pada 24 Februari yang berlanjut hingga kini, Amerika Serikat dan sekutunya memberlakukan sanksi ekstensif terhadap Rusia, dan menuntut pengurangan ketergantungan terhadap gas Moskow.
Sanksi Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Rusia saat ini menimbulkan bumerang bagi Barat sendiri, terutama sektor minyak dan gas, yang mengganggu kondisi ekonomi Eropa.
Al Jazeera melaporkan, Josep Borrell, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa pada Minggu (4/9/2022) malam menyinggung kondisi sulit Eropa di musim dingin, dengan mengatakan, "Enam bulan ke depan sangat menentukan,".
"Jika kita bisa melalaui krisis ini dan mempertahankan persatuan, dan keseimbangan militer berlanjut, maka kita akan memiliki kondisi yang lebih baik ketika musim semi tiba," ujar Borrell.
Pejabat Eropa ini juga mengumumkan konsekuensi intensif dari sanksi terhadap ekonomi Rusia, terutama pada sektor teknologi maju dalam beberapa bulan mendatang.
Bloomberg melaporkan, sekitar 60 persen pabrik di Inggris berisiko serius untuk tutup, karena kenaikan tagihan energi di seluruh negeri.
Menurut laporan ini, hampir setengah dari produsen menghadapi peningkatan lebih dari 100 persen dalam tagihan listrik mereka pada tahun lalu.(PH)