Peserta Hari Quds Sedunia di Malaysia Protes Obama
https://parstoday.ir/id/news/world-i13573-peserta_hari_quds_sedunia_di_malaysia_protes_obama
Para peserta pawai akbar Hari Quds Sedunia di Malaysia mengkritik dukungan Amerika Serikat kepada rezim Zionis Israel. Kritikan tersebut disampaikan melalui sebuah surat yang ditujukan kepada Barack Obama, Presiden AS.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 02, 2016 01:37 Asia/Jakarta
  • Peserta Hari Quds Sedunia di Malaysia Protes Obama

Para peserta pawai akbar Hari Quds Sedunia di Malaysia mengkritik dukungan Amerika Serikat kepada rezim Zionis Israel. Kritikan tersebut disampaikan melalui sebuah surat yang ditujukan kepada Barack Obama, Presiden AS.

Seperti dilaporkan IRNA, para peserta pawai Hari Quds Sedunia di Malaysia pada Jumat (1/7/2016) menyatakan bahwa surat tersebut ditulis untuk memprotes pengabaian masyarakat internasional terhadap penindasan Israel di Palestina, Yahudisasi Baitul Maqdis dan peningkatan ancaman kelompok-kelompok ekstrem Yahudi yang didukung Tel Aviv.

Surat itu ditandatangai lebih dari 200 pemimpin LSM, kelompok-kelompok dan partai serta 25 tokoh politik dan agama Malaysia yang mewakili para peserta pawai Hari Quds Sedunia.

Usai pawai, mereka menyerahkan surat tersebut kepada Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur.

Sementara itu, pertemuan Persatuan Umat Islam juga digelar di Kuala Lumpur, ibukota Malaysia pada Jumat malam. Pertemuan ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari para pakar dan politisi terkemuka Malaysia.

Sebelumnya, Sekjen Persatuan Ulama Malaysia (PUM), Ustadz Abdul Ghani Shamsuddin menilai Hari Quds sebagai hari persatuan dan kekompakan umat Islam terhadap para penindas dan penjajah.

"Hari Quds adalah momen untuk menyuarakan penentangan dan penolakan terhadap pendudukan Baitul Maqdis serta jawaban untuk terbebas dari kezaliman dan ketidakadilan," kata Abdul Ghani dalam wawancaranya dengan wartawan IRNA, Jumat (1/7/2016).

Menurutnya, mendukung dan membela Quds tidak terbatas bagi Muslim dan negara-negara Islam, tapi ia lebih luas dari itu dan sudah mencapai Eropa dan seluruh dunia.

"Membela Baitul Maqdis sama seperti membela rumah dan kemuliaan kebebasan," tegasnya.

Ulama Malaysia ini lebih lanjut menekankan pentingnya pengorganisasian untuk perlawanan dengan tujuan kebebasan Quds.

"Kaum Muslim sekarang menghadapi musuh yang mengerahkan kapasitasnya sehingga setiap upaya oleh Muslim penyeru kebebasan akan digagalkan dengan cara-cara kekerasan," pungkasnya. (RA)