Peskov: Diplomasi Buntu, Operasi Militer di Ukraina Berlanjut
Juru bicara kepresidenan Rusia menyatakan bahwa jalur diplomasi ditutup dalam kasus Ukraina, dan mengatakan selain jalur diplomasi ada cara lain untuk mencapai tujuan Moskow termasuk dengan melanjutkan operasi militer khusus di Ukraina.
Jubir Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov hari Rabu (29/3/2023) menekankan bahwa tujuan Moskow dalam melaksanakan operasi militer khusus di Ukraina untuk memastikan keamanan warga Rusia, terutama di daerah yang baru bergabung ke negara ini, tetapi sayangnya, penggunaan alat diplomasi untuk mencapai tujuan tersebut tidak mungkin.
Bulan lalu, Peskov mengungkapkan, "Jika Ukraina mengakui empat wilayah baru bergabung ke Rusia, maka Moskow akan siap bernegosiasi dengan Kyiv untuk mengakhiri perang,".
Dari 23 hingga 27 September 2022, digelar referendum di Donetsk dan Luhansk, Zaporizhizhia dan Kherson mengenai status bergabung dengan Rusia. Sebagian besar penduduk di wilayah ini memilih untuk bergabung dengan Rusia pada 30 September 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan kepala empat pemerintahan wilayah tersebut menandatangani kesepakatan politik bergabung dengan Moskow.
Pada 4 Oktober 2022, Vladimir Putin menyetujui undang-undang tentang penerimaan wilayah-wilayah ini ke Federasi Rusia.(PH)