Ukraina Tolak Gencatan Senjata
Penasihat Presiden Ukraina menolak proposal gencatan senjata yang disodorkan Belarus.
Lebih dari setahun sejak dimulainya operasi militer khusus Rusia di Ukraina untuk mencegah infiltrasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), telah ditawarkan oleh banyak pejabat dan negara untuk membangun gencatan senjata dan mengakhiri perang, tapi ditentang oleh Ukraina dan pendukung Baratnya yang dipimpin Amerika Serikat.
Moskow memandang Kyiv bertanggung jawab atas kegagalan negosiasi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina..
Menurut televisi Al Jazeera, Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak hari Jumat (31/3/2023) menolak proposal gencatan senjata terbaru, dengan mengatakan,"Gencatan senjata akan berarti hak Rusia untuk tinggal di daerah yang diduduki, dan itu tidak dapat diterima."
"Gagasan mendirikan kekuatan perdamaian Barat di Ukraina adalah ide yang tidak berharga,"ujar Podolyak.
"Ukraina memiliki hak untuk memindahkan pasukan dan peralatan dengan cara apa pun yang diperlukan," tegasnya.
Juru bicara presiden Rusia Dimitry Peskov dalam sebuah pernyataan sebagai tanggapan atas proposal gencatan senjata dari Belarus, tetapi gencatan senjata ini tidak bisa mewujudkan tujuan operasi militer Khusus di Ukraina.
Dalam pidatonya pada hari Jumat, presiden Belarus menyerukan gencatan senjata yang mendesak di Ukraina dan dimulainya pembicaraan untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan.(PH)