AS Pesimis Bisa Kalahkan Rusia dalam Perang Ukraina Tahun Ini
Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS mengatakan bahwa kecil kemungkinan pasukan Ukraina akan dapat membebaskan seluruh wilayah negaranya tahun ini.
Menanggapi permintaan berulang Ukraina untuk bergabung dengan NATO dan menerima bantuan beberapa juta dolar dari Barat, serta provokasi Barat di dekat perbatasan Rusia, Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Februari 2022 melancarkan operasi militer khusus di wilayah timur Ukraina atas permintaan dari pejebat wilayah Donetsk dan Luhansk.
Selama setahun setelah berakhirnya perang Ukraina, Mircea Geoana, Wakil Sekretaris Jenderal NATO mengucurkan bantuan senjata, dan keuangan ke Ukraina senilai 150 miliar euro, dan 65 miliar euro diberikan dalam bentuk dukungan militer.
Namun terlepas dari dukungan Barat untuk Kyiv, Rusia sejauh ini telah mengambilalih 20 persen wilayah Ukraina.
Menurut saluran TV Al Jazeera, Jenderal Mark Milley, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS hari Jumat (31/3/2023) mengatakan, "Saya ragu pasukan Ukraina akan dapat membebaskan semua wilayah negara mereka tahun ini,".
"Mengusir pasukan Rusia dari Ukraina adalah misi militer yang sangat sulit, tetapi bukan tidak mungkin terjadi," ujar Milley.
Bank Dunia baru-baru ini memperkirakan bahwa rekonstruksi Ukraina setelah berakhirnya perang dengan Rusia akan menelan biaya sebesar 411 miliar dolar selama 10 tahun ke depan.
Anggaran yang dibutuhkan untuk membersihkan puing-puing dari kota dan desa yang hancur saja diperkirakan mencapai 5 miliar dolar.(PH)