AS Khawatirkan Fakta Ledakan Pipa Gas Nord Stream Terungkap
Kedutaan Besar Rusia di Washington dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Amerika Serikat mengkhawatirkan terungkapnya fakta ledakan pipa aliran gas Nord Stream.
Pada 27 September 2022, terjadi perusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya di jalur pipa gas Nord Stream. Badan seismologi Swedia mencatat terjadinya dua ledakan pada 26 September di rute pipa tersebut.
Serangan simultan pada jalur pipa gas Nord Stream 2 menyebabkan terjadinya pengurangan tekanan dan kebocoran di Laut Baltik.
Kedutaan Besar Rusia di Washington dalam sebuah pernyataan hari Selasa (4/4/2023) mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki kemauan untuk mengungkapkan kebenaran tentang ledakan pipa gas Nord Stream dan pelaku sabotasenya.
Sebelumnya, pada Februari 2023, jurnalis investigatif Amerika, Seymour Hersh dalam sebuah wawancara dengan majalah Jerman mengungkapkan bahwa ledakan pipa gas Nord stream di laut Baltik adalah operasi rahasia yang dikeluarkan oleh Gedung Putih dan dilakukan oleh CIA.
Menurut Hersh, keputusan untuk melakukan operasi dibuat oleh Presiden AS Joe Biden setelah sembilan bulan pembicaraan dengan pejabat pemerintah tentang masalah keamanan nasional.(PH)