Rusia Lancarkan Serangan Udara ke Kyiv
https://parstoday.ir/id/news/world-i150230-rusia_lancarkan_serangan_udara_ke_kyiv
Kantor Administrasi Militer Kiev mengumumkan bahwa Rusia melancarkan serangan udara keenamnya di ibu kota Ukraina pada bulan Juli, dan sirene peringatan serangan udara terdengar di kota dan bagian timur negara itu.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 25, 2023 12:14 Asia/Jakarta
  • Rusia Lancarkan Serangan Udara ke Kyiv

Kantor Administrasi Militer Kiev mengumumkan bahwa Rusia melancarkan serangan udara keenamnya di ibu kota Ukraina pada bulan Juli, dan sirene peringatan serangan udara terdengar di kota dan bagian timur negara itu.

Menurut kantor berita IRNA, Serhiy Popko, Kepala Administrasi Militer Kyiv hari Selasa (25/7/2023) mengatakan bahwa Rusia melancarkan serangan drone ke Kyiv, tapi semua drone berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Ukraina.

Informasi mengenai kejadian ini masih dihimpun, dan pihak militer Ukraina mengklaim tidak ada korban jiwa maupun kerusakan yang serius akibat serangan drone Rusia tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky baru-baru ini mengumumkan bahwa Kiev membutuhkan perisai udara lengkap untuk melawan serangan rudal Rusia.

Mitra barat Ukraina menolak untuk memberikan sistem pertahanan udara ke Kyiv selama lebih dari setahun setelah dimulainya perang. Namun kemudian, sistem pertahanan udara Patriot diberikan ke negara itu pada bulan April.

Sistem ini mampu menembak jatuh rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat Rusia.

Kantor perwakilan wilayah Donetsk di pusat pemantauan dan koordinasi bersama untuk masalah yang berkaitan dengan kejahatan perang di Ukraina juga melaporkan bahwa angkatan bersenjata Ukraina menembaki wilayah di Republik Rakyat Donetsk sebanyak 52 kali dalam 24 jam terakhir yang melukai empat warga sipil.

Kemarin, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan serangan 17 drone di semenanjung Krimea. Gubernur wilayah Krimea mengumumkan bahwa depot amunisi diserang dan bangunan tempat tinggal juga dirusak.

Sementara itu, Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, mengumumkan bahwa para ahli IAEA telah menemukan jejak ranjau anti-personil di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporozhzhia, yang saat ini berada di bawah kendali Rusia.(PH)